SUKABUMIUPDATE.COM - Siti Fatimah seorang gadis yang baru menginjak usia remaja, hanya bisa terbaring lemas di kasur lantai yang sudah tipis dan kumal karena menderita disabilitas kategori Autis sejak usianya menginjak dua tahun akibat kecelakaan yang menimpanya.
Siti yang saat ini berusia 12 tahun tersebut, tidak bisa melakukan interaksi atau bermain dengan anak-anak seusianya, bahkan berat badannya hanya 18 kilogram dan seperti anak usia lima tahun.
Mirisnya lagi, gadis ini hanya diasuh oleh kakek dan neneknya serta pamannya yang hidupnya serba kekurangan di Kampung Cikembang, Desa Caringinwetan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi yang dikarenakan kedua orang tuanya bercerai.
Dengan serba kekurangan ini, asupan gizinya juga kurang sehingga tubuhnya seperti lumpuh layu dan hanya bisa berbaring di kasur kesayangannya tersebut.Â
Walaupun sudah 10 tahun menjalani kelainan ini, baru sekali ada bantuan itupun sejak Siti usia masih balita dan hingga kini remaja putri tersebut hanya bisa mengandalkan pemberian dari pamannya yang kerjanyapun serabutan.
"Untungnya saya masih diberikan kesehatan untuk menjaga cucu saya ini, karena tidak bisa mengandalkan pemberian dari orang lain apalagi bantuan dari pemerintahpun tidak ada," kata nenek Siti, Oom kepada sukabumiupdate.
Siti yang tinggal bersama nenek dan kakeknya di rumah yang tidak layak huni tersebut, membutuhkan uluran tangan para dermawan agar bisa kembali sehat dan bisa bermain seperti remaja seusianya.
Oom menambah dirinya hanya bisa berharap ada bantuan, agar kesehatan cucu kesayangannya ini tetap terjaga. Bahkan, ketegaranpun terpancar dari raut muka wanita yang sudah menginjak lansia ini demi mengasuh cucunya tersebut.Â
Di tengah serba kekurangan tersebut, Oom tidak pernah mengeluh, bahkan kecintaannya untuk merawat Siti yang mengalami gangguan sistem saraf ini dijadikannya sebagai ibadah. "Permintaan saya hanya satu kepada Allah SWT yakni diberikan kesehatan dan panjang umur agar bisa merawat Siti hingga kembali sehat," katanya.(*)