Sukabumi Update

Berenang di Pantai, Guru Honorer Diduga Tewas

SUKABUMIUPDATE.COM - Akibat berenang di pantai terlarang untuk direnangi, seorang guru honorer bernama Arrizal Hijri al Hanif (24) warga Bukit Pamulang, Tangerang, Banten menjadi korban kecelakaan laut di Pantai Ujunggeteng, tepatnya di Kampung Batununggal, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap.
 
Informasi yang dihimpun sukabumiupdate.com dari petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi, kejadian hilang tenggelamnya seorang guru honorer yang masih duduk di bangku perguruan tinggi ini, terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, korban datang bersama 11 orang keluarganya untuk berwisata di lokasi konservasi penyu.
 
Walaupun sudah ada himbauan agar tidak berenang di pantai tersebut, keduabelas wisatawan domestik ini tetap berenang dan berfoto selfie. Namun nahas, tiba-tiba datang ombak tinggi yang langsung menghempas beberapa orang yang tengah berenang tersebut.
 
Suasana bertambah panik, karena Arrijal dan keponakannya terbawa arus. Beruntung, jasad keponakannya yang masih anak-anak tersebut berhasil diselamatkan oleh petugas Balawisata yang tengah bersiaga.
 
"Sebenarnya daerah tersebut dilarang untuk berenang, tetapi diduga rombongan keluarga dari Tangerang tersebut nekat masuk dengan melompati pagar yang jebol akibat dihantam ombak," kata Koordinator Wilayah Selatan Balawista Kabupaten Sukabumi, Dadang Hermawan kepada sukabumiupdate.com, Rabu (3/8).
 
Ia mengatakan hingga saat ini jasad korban masih dalam pencarian, namun terkendala tingginya gelombang dan ombak. Jika dipaksakan untuk melakukan pencarian, Dadang khawatir akan keselamatan tim yang melakukan operasi kemanusiaan tersebut.
 
Sementara, Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri mengatakan pihaknya masih melakukan pencarian terhadap jasad korban, dalam pencarian ini juga melibatkan anggota SAR lainnya seperti dari TNI AL, Basarnas, maupun Polair Polres Sukabumi.

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI