SUKABUMIUPDATE.COM - Mendekati perayaan Hari Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia, pada 17 Agustus mendatang, pedagang bendera dan umbul-umbul yang menjajakkan dagangannya di pinggir jalan di Kota dan Kabupaten Sukabumi terus menjamur.
Namun diakui salah seorang pedagang bendera di Jalan Suryakencana, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Ardi (35), hal tersebut tidak diimbangi oleh minat beli dari masyarakat. Bahkan, banyak pedagang yang mengeluh karena minimnya pembeli.
Ardi yang menggelar dagangannya sejak pukul 07.00 WIB hingga 18.00 WIB mengakui, dibandingkan tahun lalu omset penjualannya menurun drastis hingga 40 persen. Padahal menurut Ardi, tahun lalu omsetnya bisa mencapai satu juta rupiah per hari.
"Mungkin karena banyak pedagang dadakan, atau karena bendera yang dibelinya tahun lalu masih ada. Saya mengeluarkan modal sekitar 17 jutaan lah. Pendapatan kotor setiap hari cuma 300 ribu rupiah. Jadi kalau untuk balik modal saja, masih jauh," terang Ardi kepada sukabumiupdate.com. (10/8).
Hal senada diakui Deden Zaenal Furqon (30), ayah satu anak penjual bendera dan umbul-umbul di depan Kantor Kejaksaan Negeri Cibadak. Menurutnya, penjualan tahun ini tidak sebagus Agustus 2015 lalu. Jika tahun lalu sejak tanggal satu Agustus, omsetnya bisa mencapai 750 ribu rupiah hingga 800 ribu rupiah per hari, untuk tahun ini bisa mendapat 400 ribu per hari saja sudah bagus.
Setali tiga uang dengan Sandy Irawan (32), penjual bendera asal Palimanan, Kabupaten Cirebon, yang menggelar dagangannya di depan Komplek Perumahan Griya Karang Asri dua mengakui, penjualan bendera Agustus tahun ini alami penurunan.
“Kalau tahun kemarin bisa dapat sampai satu juta rupiah per hari. Kalau tahun ini, berat. Paling bagus dapat 700 ribu rupiah,†terang Sandy.
Â