Sukabumi Update

FAMS: Kekayaan Alam Sukabumi Dikeruk Perusahaan Asing

 

SUKABUMIUPDATE.COM - Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Forum Aktivis Mahasiswa Sukabumi (FAMS) menyayangkan hampir seluruh kekayaan alam di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dikeruk oleh perusahaan asing.

 "Kabupaten Sukabumi mempunyai kekayaan alam melimpah, berupa sumber energi dan mineral, namun sayangnya hampir semua kekayaan alam tersebut dikelola oleh perusahaan asing," kata Ketua FAMS, Yanyan Hendayana.

Menurutnya, dari hasil kajian yang dilakukan oleh lembaganya, ternyata perusahaan asing tersebut hanya mengeruk kekayaan alam milik Kabupaten Sukabumi, tetapi untuk corporate social responsibility (CSR) hanya sedikit dirasakan oleh warga khususnya yang tinggal di sekitar perusahaan.

 Lanjut dia, perusahaan asing yang hanya mengeruk kekayaan alam ini seperti perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK), pabrik semen, panas bumi dan lain-lain. Namun, sayangnya keberadaan pabrik atau perusahaan tersebut tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat.

 Bahkan, pihaknya miris saat mendatangi salah satu daerah terdekat dengan perusahaan AMDK tepatnya di Desa Keboncau, Desa Babakanpari, Kecamatan Cidahu yang kondisi jalannya rusak dan berlumpur. Padahal perusahaan AMDK milik asing setiap harinya menyedot jutaan liter air di daerah itu.

 "Seharusnya pemerintah kabupaten dan pusat berani mengakuisisi saham perusahaan asing tersebut, agar kekayaan alam ini dikelola anak bangsa dan hasilnya pun dapat dirasakan oleh rakyat sesuai dengan UUD 1945," tambah Yanyan, mahasiswa Universitas Tirtayasa, Banten

Sementara, Kepala Dinas Pengelolaan Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Kabupaten Sukabumi, Adi Purnomo mengatakan, untuk perusahaan tambang logam, nonlogam, dan batu terdapat sekitar 100 perusahaan. Kemudian untuk yang tambang air tanah sebanyak 113 perusahaan.

 Dari jumlah tersebut, mayoritas dikuasai investor asing. Sisanya investor dalam negeri dan lokal. Bahkan, salah satu perusahaan AMDK milik asing setiap tahunnya hanya memberi pemasukan untuk negara sekitar 50 miliar rupiah.

 "Kami juga tidak segan memberikan sanksi kepada perusahaan asing yang melanggar izin apalagi jika hanya mengeruk harta kekayaan milik Kabupaten Sukabumi," katanya.

 Sekedar informasi, Forum Aktivis Mahasiswa Sukabumi atau disingkat FAMS adalah forum mahasiswa asal Sukabumi yang menimba ilmu di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. 

 

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI