SUKABUMIUPDATE.COM - Rencana usulan kenaiakan harga rokok Rp50 ribu per bungkus. Mendapatkan dukungan dari berbgai elemen, di antaranya Ibu Rumah Tangga (IRT) yang menilai hal iti akan mengurangi kebiasaan merokok bagi suaminya. Sehingga tidak akan mudah mendapatkan rokok, karena tak terjangkau.
"Kalau harganya mahal. Pasti suami saya mikir dua kali untuk membelinya. Jadi uang lebih banyak untuk keluarga dan ke dapur. Saya malah senang sekali," ungkap warga Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi Iis Rosmiati (39), kepada sukabumiupdate.com.
Warga lainnya Evi Yuliana (38), mengaku suaminya termasuk pecandu rokok, suaminya per hari bisa menghabiskan rokok sampai dua bungkus lebih. Evi merasa sayang uang yang dipakai untuk membeli rokok suaminya yang mencapai Rp38 ribu per harinya.
"Sayang kan itu uang dibakar. Kan kalau ditabung atau buat jajan anak-anak lumayan. Kalau mahal kan mungkin suami saya jadi males. Lama kelamaan nantinya bisa berhenti," ujarnya.
Berbeda dengan kaum Hawa, sebagian besar kaum Adam, terutama perokok aktif justru menolak rencana kenaikan harga rokok tersebut. Menurut mereka, menaikan harga rokok bukan solusi mengurangi jumlah perokok.
"Ya, kalau sudah suka, mahal juga pasti dibeli lah. Paling kalau jadi naik, ngurangin. Yang biasanya sebungkus atau dua bungkus, jadi setengah bungkus," ungkap Yandi Supyandi (40) selaku Security pada salahsatu kantor Pemerintahan di Kabupaten Sukabumi.