SUKABUMIUPDATE.COM – Miris, di Kampung Pamatutan RT 19/07 Desa Bojonggenteng, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, ada satu keluarga yang dua hari tidak makan nasi. Bahkan, sudah tiga bulan lebih Rohimah (30) dan keempat anaknya kesulitan mencari sesuap nasi. Kalaupun ada nasi yang bisa di makan, sebatas pemberian tetangga dekatnya dan atau kadang harus berhutang, sesekali juga memperoleh jatah beras miskin (raskin) dari pihak RT setempat.
Saepudin, suaminya Rohimah kini mendekam di sel Mapolres Sukabumi, akibat melakukan pelecehan seksual terhadap anak tirinya sendiri, Z (11). Saefudin kini ditahan di Mapolres Sukabumi guna mempertanggungjawabkan perbuatan bejadnya tersebut.
Rohimah tinggal di rumah berukuran 5x5 meter, yang kondisinya cukup memprihatinkan. Hampir seisi rumah telah terjual untuk membeli beras, sampai-sampai tabung gas tiga kilogram pun ikut terjual. Selain tinggal bersama anaknya, Rohimah juga satu atap dengan ayahnya yang bernama Solihin (70).
"Mereka sudah dua hari tidak makan, di hari-hari sebelumnya bahkan susah mendapatkan makanan," kata Daden Sukendar, Direktur LSM Lensa Sukabumi. kepada sukabumiupdate.com, Rabu (24/8).
Daden bersama sejumlah rekannya mengetahui Z dan adik-adiknya belum makan, ketika mengunjungi rumah Rohimah untuk keperluan tindak lanjut penanganan kondisi Z pasca mendapat pelecehan seksual dari Saepudin. Sedangkan Rohimah sudah tiga minggu kerja di pabrik garmen di daerah Cicurug, jadi belum bisa membeli beras karena belum gajian.
“Awalnya tak ada kejanggalan, namun waktu ditanyakan, spontan Z menjawab kalau ia dan adik-adiknya belum makan sudah dua hari. Ketika Daden mencoba memegang badan Z dan adik-adiknya, menurut Daden badan bergetar dan lemas karena lapar," terang Daden.