SUKABUMIUPDATE.COM – Warga dua kampung yang berselisih dan nyaris bentrok di Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi akhirnya sepakat untuk berdamai. Kesepakatan dilakukan setelah kedua belah pihak bermusyawarah di Masjid Alhafidyah, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara.
Ikrar damai tersebut dimediasi langsung oleh jajaran Kepolisian, TNI, dan Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi. Adapun perwakilan warga yang berselisih, yakni dari Kampung Darusalam sebanyak 15 orang dipimpin oleh Ujang Etet. Sedangkan dari Kampung Bantargadung Hilir sebanyak 17 orang dipimpin oleh Uwoh Efendi.
Mediasi yang dihadiri langsung oleh Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sukabumi AKBP M Ngajib dan unsur Muspika Bantargadung, berlangsung cukup alot. Pertemuan yang dimulai sejak pukul 12.47 WIB hingga pukul 14.00 WIB ini, dimulai dengan kedua belah pihak saling mengungkapksan permasalahan yang memancing permusuhan yang terjadi pada Senin (23/8).
Kapolres Sukabumi AKBP M Ngajib menegaskan, Dari hasil musyawarah tersebut, kedua belah pihak bersepakat untuk tidak mempermasalahkan semua kejadian dimasa lalu.Â
"Semua pihak harus berkepala dingin, dan saya sebagai Kapolres akan menindak tegas siapapun warga yang melanggar kesepakatan bersama ini," tegas Ngajib, Rabu (24/8), kepada sukabumupdate.com, Selasa (23/8).
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Kampung Bantargadung Hilir dan Kampung Darusalam di Desa/Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi nyaris terlibat tawuran. Kejadian diawali ketika sepeda motor yang dikendarai salah satu warga Kampung Bantargadung Hilir nyaris menyerempet warga Kampung Darusalam.Â
Tidak terima dengan kejadian tersebut, warga Kampung Darusalam pun mengumpulkan massa untuk melakukan aksi balasan. Namun, kabar rencana aksi massa warga Kampung Darusalam tersebut diketahui warga Kampung Bantargadung Hilir, hingga kemudian warga Kampung Bantargadung Hilir mengerahakan massa dengan cara mengumumkannya di masjid.