Sukabumi Update

PT Sierad Jampangtengah Akui Kematian Massal Ayamnya Disebabkan Virus

SUKABUMIUPDATE.COM - Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Sierad atas keluhan warga terkait bau bangkai ayam yang berasal dari perusahaan tersebut.

"Kami meminta penjelasan tentang kematian massal ayam tersebut serta penyebabnya sehingga tidak menjadi keluh kesah di masyarakat termasuk cara penanganannya," kata Camat Jampangtengah, Anas Anjasmara kepada sukabumiupdate.com, Senin (5/9).

Dalam sidak tersebut, muspika menekankan kepada perusahaan agar kejadian luar biasa seperti ini yang berdampak terhadap kesehatan lingkungan, perusahaan berkewajiban untuk melakukan sosialisasi dan penjelasan serta tanggungjawab kedepannya apabila berdampak pada masyarakat.

Pihaknya sudah melaporkan kepada Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi untuk melakukan pemeriksaan lapangan tentang prosedural yang harus ditempuh oleh perusahaan dalam penanganan kematian ayam secara massal ini. Serta penyebab kematiannya jika akan berdampak terhadap manusia maka tindakan seperti apa yang harus dilakukan untuk pencegahan pasca kejadian ini.

"Sidak ini kami lakukan sebagai respon atas pengaduan warga, seharusnya perusahaan jangan menunggu reaksi warga baru melakukan sosialisasi ketika menghadapi masalah seperti ini, tapi harus inisiatif sebagai kewajiban perusahaan terhadap lingkungan" tambah Anas.

Sementara, Manager PT Sierad Produce Jampangtengah Sarpuji mengatakan, kematian ayam secara massal diperiode ini bangkainya akan dilakukan pemusnahan, karena jika dipertahankan akan berdampak luas. 

"Sesuai hasil pemeriksaan dokter hewan perusahaan, bahwa saat ini akan dimusnahkan sekitar 30 ribu ekor dan penyebabnya dugaan sementara terindikasi gejala penyakit AI (Avian Influenza) jadi dicurigakan ada virus sehingga kami melakukan pemusnahan massal ini merupakan langkah cepat dalam pencegahan sedini mungkin," katanya.

Lanjut dia, sesuai standar operasi prosedural (SOP) kesehatan dan pihaknya berjanji untuk sosialisasi kepada masyarakat.

Kejadian ini berbeda dengan yang terjadi pada akhir bulan puasa lalu jumlahnya yang dimusnahkan hanya kurang lebih sembilan ribu ekor dan penyebabnya Kolera dan pada saat itu pihak Dinas Peternakan (Disnak) sudah turun ke lapangan.

"Direncanakan malam ini akan menurunkan alat berat untuk menggali lubang, selanjutnya dilakukan pemusnahan massal dengan cara dikuburkan sebagai pencegahan terhadap penyakit berbahaya," kata Sarpuji.

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI