SUKABUMIUPDATE.COMÂ - Produksi pupuk palsu yang berasal dari Kabupaten Sukabumi seolah tak berhenti. Meski Polda Metro Jaya telah menggerebeg sebanyak tiga kali, namun pelaku pemalsuan pupuk tidak kapok.Â
Mereka solah-olah main kucing-kucingan dengan aparat. Para pelaku masih nekad membuat pupuk palsu dengan berpindah-pindah tempat.
Kali ini, pembuat pupuk palsu berada di Kampung Babakan, Desa Parakan Lima, Kecamatan Cikembar, Kabupten Sukabumi. Meski baru dua minggu  berdiri, mereka mampu memproduksi pupuk palsu sebanyak 12 ton perhari.Â
Dan menurut pengakuan tersangka Wahyu kepada penyidik, dia sudah menyebarkan pupuk palsu sebanyak 13 kontainer dengan daerah tujuan pulau Sumatra Utara dan Aceh.
"Menurut pengakuan salah satu tersangka dari dua tersangka yang kami amankan, mereka telah meloloskan sebanyak 13 kontainer, dengan tujuan Aceh," ujar Kanit III Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kompol Dedy Anung.
Sedangkan pembuatan pupuk palsu, mereka buat dari bahan-bahan kapur yang dicampur zat pewarna makanan, serta ditambah garam. "Hasil uji lab, kandungan NPK-nya hanya satu persen saja. Dan itu dibawah SNI," ujarnya Dedy.
Sedangkan guna mengelabui petugas, karung yang dijadikan pembungkus pupuk palsu tersebut mirip dengan gambar atau logo dari Pupuk PT Kujang. "Karungnya mereka cetak sendiri dengan logo mirip pupuk PT Pupuk Kujang. Jadi seolah-olah pupuk palsu tersebut pabrik tersebut," tambahnya.
Dedy mengatakan kepada masyarakat agar tidak tergiur dengan harga murah. Namun, hasilnya tidak meyakinkan. Selain itu, masyarakat untuk teliti dalam membeli pupuk, karena tidak menutup kemungkinan para pelaku lainnya masih ada. Â