Sukabumi Update

Artefak Bidak Catur di Geopark Ciletuh Ternyata Bukan Buatan Manusia

SUKABUMIUPDATE.COM - Hasil kajian sementara tim arkeolog dan geologi Jawa Barat, artefak batu bidak catur raksasa yang ditemukan warga beberapa waktu lalu di Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, ternyata bukan buatan manusia. Dari kajian, tida ada bekas pahatan yang lazimnya dilakukan oleh manusia.

Diperkirakan artefak batu bidak catur tersebut sudah berusia ratusan tahun dan masih banyak lagi jika dilakukan penggalian. "Informasinya batu bodak catur raksasa tersebut terbentuk seperti itu karena proses alam dan tidak ada campur tangan manusia dalam pembuatannya," kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sukabumi, Ahmad Riyadi kepada sukabumiupdate.com, Senin (26/9).

Menurutnya, memang butuh kajian yang lebih mendalam lagi untuk temuan artefak ini, namun yang paling utama adalah menyelamatkan aset yang tersebar di lahan sekitar satu hektare tersebut. Bahkan, untuk mengamankan pencurian, pihaknya juga berkoordinasi dan bekerjasama dengan pemuda Desa Girimukti serta petugas keamanan baik dari TNI maupun Polri.

Batu bidak catur ini merupakan aset yang tidak ternilai harganya. Bahkan, diperkirakan masih banyak lagi artefak yang belum terungkap jika melakukan penggalian di lokasi penemuan ini, untuk mengungkap sejarah bagaimana terbentuknya bidak catur dan apakah artefak itu digunakan orang zaman dahulu untuk sesembahan atau lain halnya.

"Lokasi temuan benda purbakala ini ke depannya bisa dijadikan lokasi wisata, namun untuk sementara kami melarang orang tidak berkepentingan masuk ke lokasi sampai benar-benar ada pengawasan yang ketat," kata Riyadi.

Sebelumnya batu bidak catur tersebut ditemukan warga pada Juli lalu yang sempat menggemparkan. Pasalnya, batu tersebut seperti pion, kuda, gajah dan benteng. Walaupun tidak tertata, tapi tampak jelas bentuknya seperti bidak catur.

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI