Sukabumi Update

Tagih Tanah untuk Rakyat, Ribuan Petani Sukabumi Datangi Istana Negara

SUKABUMIUPDATE.COM - Ribuan petani Kabupaten Sukabumi dipastikan ikut serta dalam aksi unjuk rasa Hari Tani Nasional di Istana Negara, Selasa (27/9) besok.  Bersama sejumlah aktivis agraria sukabumi, para petani akan menuntut pemerintah merealisasikan program Reforma Agraria dan sejumlah kebijakan sektor pertanian, lahan dan pangan.

"Kita akan bergabung dengan Komite Nasional Pembaharuan Agraria yang terdiri dari 32 elemen di Jakarta,” ungkap petani Jampangtengah, Lalan Jaelani kepada sukabumiupdate.com, Senin (26/9).

Fenomena kebijakan daerah yang selalu menguntungkan pengusaha perkebunan, dan menyingkirkan petani, menurut Lalan harus dilawan. “Rakyat kecil tidak punya kesempatan dan hak untuk hidup di negri ini, padahal para pemimpin itu di pilih oleh rakyat bukan bukan investor. Kami akan protes langsung ke presiden Jokowi," tambah Lalan.

Setidaknya ada 4 isu lokal yang akan dibawa petani sukabumi ke istana Negara, pertama mendesak percepatan penyelesaian kasus perkebunan Halimun HGU PT. Sugih Mukti Warungkiara; kedua Tolak Perpanjangan HGU PT. Bumiloka Swakarya Jampang Tengah; ketiga Distribusi Lahan HGB PT. Suryadicipta Caringin yang telah 18 Tahun dikuasai petani, dan keempat stop kriminalisasi Petani dan aktivis Tani di HGU PT. Djaya Lengkong.

“Ini adalah aspirasi petani Kabupaten Sukabumi dalam rangka mewujudkan gerakan reforma agraria dan menagih janji Jokowi terkait 9 juta hektar lahan untuk rakyat. Dalam nawacita Jokowi, lahan untuk rakyat bukan untuk kepentingan pengusaha semata mata atas nama investasi,” tambah Lalan.

Rencananya ribuan petani Sukabumi akan berangkat, Selasa dinihari sekitar pukul 02.00 WIB. 15 Bis ditambah kendaraan pribadi sudah disiapkan oleh panitia aksi dan petani, dengan sumber dana swadaya dari masing-masing basis gerakan petani.

Sementara itu Yandra Utama Santoso, Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammdiyah (IMM) Sukabumi menyampaikan, semangat dari UUPA No. 5/1960 harus digelorakan di tengah krisis pangan dan lahan pertanian yang menyebabkan kemiskinan, konflik agraria dan kriminalisasi terhadap petani di Sukabumi.

"Kami (IMM) dan GMNI bersama Organisasi Tani, Fraksi Rakyat dari Jampang Tengah, Lengkong, Pabuaran dan Serikat Petani Indonesia di Kecamatan Warungkiara dan Kecamatan Caringin, insyaallah mala mini berangkat menuju Istana Negara,” terangnya.

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI