SUKABUMIUPDATE.COM - Hamparan kebun pisang sepanjang jalan Cicepe, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi kurang lebih 300 Ha dengan kualitas import ini bukan milik petani tetapi tanaman PT Perkebunan Nusantara VIII Kebun Cibungur Afdeling V Panarewuan.Â
Menurut warga keberadaan kebun pisang ini telah menghilangkan kegiatan perekonomian warga setempat karena menghabiskan lahan pertanian warga.
"Dulu PTPN Menanam karet dan warga masih bisa bertumpangsari secara turun temurun, bahkan sempat diterlantarkan oleh perusahaan tersebut puluhan tahun. Namun, sejak 2013 mulai beralih jenis tanaman dari karet diganti dengan pisang" kata Tokoh Pemuda Bojongjengkol, Nendi Mulyadinata, kepada sukabumiupdate.com, Minggu.

Lebih lanjut Nendi menjelaskan bahwa, sebelum penanaman pisang lahan ini kosong sehingga digarap oleh petani setempat untuk tanaman pangan seperti (singkong, jagung, kacang), setelah ditanami pisang warga disini kehilangan lapangan pekerjaan.Â
Kalaupun ada warga disini yang bekerja itu hanya berubah status yang sebelumnya sebagai petani beralih menjadi buruh tani, bahkan buruh tani pun jumlahnya sangat sedikit dengan upah yang sangat tidak layak" Jelasnya.
"Sebelumnya tanaman itu milik pribadi petani sekarang petanj hanya menjadi buruh untuk menanam pisang, itu pun jumlahnya sangat sedikit; bahkan sebagian besar kehilangan sumber kehidupan, yang usia produktif bisa jadi buruh ke kota yang orang tua jadi pengangguran dirumah" tambah warga lainnya, Ade.