Sukabumi Update

Wartawan Sukabumi Utara Bakar Atribut

SUKABUMIUPDATE.COM - Sejumlah wartawan yang bertugas di Sukabumi Utara ikut mengencam tindak kekerasan terhadap jurnalis Net TV Madiun, oleh oknum tentara. Para jurnalis ini membakar atribut unjuk rasa sebagai bentuk kekecewaan terhadap lalainya pemerintah menjamin tugas kejurnalistikan wartawan Indonesia sebagai mana termaktub dalam Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers Indonesia.

“Kami kecewa karena negara ini tidak mampu memberikan rasa aman bagi warga sipil dalam berdemokrasi. Kekerasan oleh oknum tentara bukti bahwa negara tak mampu memelihara aparaturnya untuk seiring sejalan menjadi pilar demokrasi,” ujar Isep Panji, jurnalis kabarseputarsukabumi, Senin (3/10)

Ini adalah kali kedua jurnalis harus menjadi korban keberingasan oknum TNI dalam sebulan terakhir di Indonesia. “Kami menuntut pelaku dihukum karena sudah melakukan tindakan yang membuat bangsa ini tidak mampu menjalankan demokrasi yang baik. Suara tidak boleh dibungkam dengan kekerasan. Jurnalis adalah pewarta penyampai informasi bukan pembawa malapetaka,” sambung Ade Pakpak, jurnalis 87newsonline, media online lainya di Sukabumi.

Dalam aksi yang berlangsung dengan damai ini, jurnalis membakar atribut unjuk rasa sebagai bentuk penyelesalan terhadap kasus kekerasan pada wartawan di Indonesia yang terus berulang. “Kami meminta Panglima TNI memberikan ketegasan pada jajaranya, TNI itu adalah rakyat dan TNI tidak boleh menyakiti rakyatnya, kami ini rakyat Indonesia yang berprofesi sebagai jurnalis,” tambah Reni, wartawan Radar Sukabumi yang ikut dalam aksi damai di simpang tiga atau jalan cagak Cibadak-Palabuhanratu.

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI