SUKABUMIUPDATE.COM - Hasil penelitian mahasiswa IPB menunjukkan remaja perkotaan lebih cepat datang bulan dibanding remaja perdesaan, rata-rata menstruasi pertama pada usia 10,6 tahun, atau masih duduk di bangku sekolah dasar.
Menurut Prof Ali Khomsan dari Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB, di Kampus IPB Dramaga, Rabu, perubahan tersebut diakibatkan beberapa faktor salah satunya berkaitan dengan kondisi ekonomi keluarga dan gaya hidup.
"Semakin baik keadaan ekonomi keluarga akan berpengaruh terhadap kemudahan dalam memperoleh makanan yang berkualitas sehingga status gizi juga akan semakin baik," katanya.
Ia menjelaskan, penelitian mengukur usia menarche (menstruasi pertama) pada remaja putri dilakukan oleh mahasiswa bimbingannya, Dyan Fajar Christianti pada tahun 2012. Hasil penelitian tersebut masih dianggap relevan, dan valid hingga saat ini.
Menurutnya, hasil penelitian tersebut menunjukkan remaja putri saat ini lebih cepat matang secara seksual, dibandingkan dengan pengalaman ibunya yang memiliki jarak waktu sekitar 25 tahun. Selain itu, berdasarkan data Riskesda, rata-rata remaja putri Indonesia mengalami menarche pada usia 13 tahun atau saat duduk di bangku SMP.
"Ini bisa menjadi peringatan bagi orang tua, di era keterbukaan informasi, dan akses internet yang luas, agar memberikan pendidikan seks sejak dini pada anak, sehingga kedewasaan seksual dibarengi dengan kedewasaan psikologi, agar anak tumbuh dalam pengawasan dan tidak salah dalam pergaulan," katanya.
Dyan Fajar Christianti menjelaskan, penelitian dilakukan dengan mengambil sampel 70 anak yang bersekolah di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor. Sampel diambil di SD Negeri Babakan 1 Dramaga, SD Negeri Babakan 3 Dramaga, SMP Negeri 1 Dramaga, SD Bina Insani dan SMP Bina Insani.
"Hasil menunjukkan jumlah siswi yang sudah menstruasi di kota lebih banyak 28,0 persen dibandingkan dengan siswi di Kabupaten Bogor 25,1 persen. Dan sebanyak 57,1 persen subjek mengalami menarche pada usia 10 tahun," katanya.
Menurutnya, telah terjadi penurunan usia menarche yang diduga disebabkan oleh keadaan gizi dan kesehatan umum yang semakin baik. Semakin baik keadaan ekonomi keluarga akan berpengaruh terhadap kemudahan dalam memperoleh makanan yang berkualitas sehingga status gizi juga akan semakin baik.
"Semakin muda usia menarche ibu maka semakin muda juga usia menarche anak, karena lokus pengatur estrogen yang diwariskan," katanya.
Dyan menjelaskan, penelitian yang dilakukannya untuk menganalisis asupan zat gizi dan status gizi pada remaja putri yang sudah dan belum menstruasi. Jumlah subjek terdiri dari 35 orang yang sudah menstruasi dan 35 yang belum menstruasi dan dipilih secara screening.
Hasil penelitian, lanjutnya, rata-rata asupan zat gizi subjek (anak) yang sudah dan belum menstruasi masih berada di bawah AKG (<90 persen). Status gizi overweight lebih banyak ditemukan pada subjek yang sudah menstruasi (14,3 pesen) dibandingkan dengan subjek yang belum menstruasi (2,9 persen). Demikian pula dengan hasil pengukuran persen lemak tubuh yang menunjukkan bahwa kategori lemak tubuh overweight dan obesitas lebih banyak ditemukan pada subjek yang sudah menstruasi (17,2 persen) dibandingkan dengan subjek yang belum menstruasi (2,9 persen).
"Hasil independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada usia, asupan energi, dan kalsium, IMT/U, serta persen lemak tubuh antara subjek yang sudah dan belum menstruasi," katanya.
Tags :
2