Sukabumi Update

Pemkab Sukabumi Tidak Peduli, Tokoh Sukaresmi Ancam Gabung Kota

SUKABUMIUPDATE.COM - Keberadaan Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, persis berbatasan dengan Kota Sukabumi, namun kondisi lingkungan dan keadaan infrastrukturnya sangat memprihatinkan. Hal tersebut disampaikan oleh tokoh Desa Sukaresmi, Dini Damayanti kepada sukabumiupdate.com, Kamis (6/10).

Ma Dini, Sapaan Akrab Dini Damayanti, mengatakan sebagai daerah perbatasan seharusnya Desa Sukaresmi diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Kenyataannya infrstruktur daerah perbatasan ini tidak pernah mendapatkan sentuhan pembangunan.

“Sudah beberapa tahun ini, Jalan Pemandian Cigunung, yang berstatus Jalan Kabupaten keadaannya rusak parah. Jalan sepanjang 7 kilometer itu kedua pintu masuk nya ada di Kota Sukabumi, Jalan KH Ahmad Sanusi (Cigunung), dan Jalan Garung (Keramat).  Ini etalase Kabupaten Sukabumi, mestinya pemda lebih member prioritas,” ungkap Dini.

Selanjutnya, Kata Dini, akses masyarakat terhadap lembaga pendidikan juga sangat menyedihkan, jarak terhadap lembaga pendidikan sangat jauh, dan tidak ada angkutan yang memadai. Akibatnya beban orang tua semakin bertambah, begitupun terhadap akses fasilitas kesehatan juga tak kalah menyedihkan, fasilitas PUSTU yang ada jauh dari kata Layak.

Dini yang juga sebagai Ketua DPD LSM KOMPAK Kabupaten Sukabumi ini mengatakan, aspirasi ini sudah sering disampaikan khususnya melalui anggota legislatif yang berangkat dari desa ini (Dapil 1). “Namun belum ada respon, dan sekarangpun setelah adanya pergantian pimpinan daerah, juga belum ada tanda-tanda kepedulian. Jika memang, pemkab tidak peduli lagi, saya akan propokasi masyarakat untuk demo, kita dorong gabung dengan kota Sukabumi,” lanjutnya.

Hal yang sama dikemukakan Hasan Marwiji, tokoh pemuda Desa Sukaresmi bahwa aspirasi untuk gabung ke kota menguat karena ketidakpedulian Pemkab Sukabumi. Bayangkan saja, kata Hasan, jarak ke SMP Cisaat sekitar 5 Kilometer dan jarak ke SMP Gunungguruh sekitar 8 Kilometer, menuju dua sekolah tersebut tidak ada angkutan kecuali ojek.

“Disini juga tidak ada sekolah setingkat SLTA, padahal jumlah penduduk Desa Sukaresmi paling banyak di Kecamatan Cisaat, jumlah hak pilihnya saja mencapai 11 ribuan. Pemkab harus membangun Puskesmas dan Lembaga Pendidikan setingkat SLTP dan SLTA di Desa Sukaresmi, yang tidak jauh dari permukiman padat penduduk,” tutup Hasan. 

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI