Sukabumi Update

Apa Kabar Program Intensifikasi Kedelai di Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.COM - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) angkat bicara terkait program pengelola produksi tanaman aneka kacang dan umbi intensifikasi kedelai di Kabupaten Sukabumi. Progam yang digulirkan sejak tahun 2013 dengan penanggaran dari APBN ini dianggap tidak jelas.

"Kita tidak pernah tahu yang sudah panen tiap tahunnya sejak 2013 berapa? dimana? hasilnya? Aapakah mencapai target sesuai dengan rencana program? Kami menduga program intensifikasi kedelai disini penuh kebohongan dan upaya pencitraan," ungkap Ketua DPC GMNI Sukabumi, Dewek Sapta Anugrah, kepada sukabumiupdate.com, Jumat (07/09).

Bahasa yang dilempar menjadi opini publik bahwa program tersebut mencapai target produksi, menurut GMNI hanya macan kertas atau laporan di kertas tanpa bukti. Intensifikasi kedelai di Kabupaten Sukabumi dianggap gagal, dengan  salah satu indikatornya terjadi pada tahun 2014.

“2014, program ini menjadi salah satu kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri Sukabumi, walaupun sampai sekarang  juga tidak jelas kelanjutannya,” ujar Dewek.

GMNI meminta ada evaluasi terkait program ini, khusus di Kabupaten Sukabumi. Indikator keberhasilan yang dilaporkan pemerintah daerah tidak jelas dan transparan. Dewek menegaskan bahwa saat ini warga Sukabumi tidak pernah mengetahui hasil dari program tersebut.

“Kita bahkan mendapat keluhan dari Kelompok Tani penerima bantuan. Bibitnya tidak layak untuk ditanam, lebih cocok untuk bahan baku pabrik tahu. Bibit yang kami terima dari kelompok tani ini tidak layak dibagikan apalagi dengan impian target produksi melimpah,” pungkasnya.

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI