SUKABUMIUPDATE.COM - Sejumlah perwakilan warga dan guru SDN Cimanggu 2, di Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jumat (7/10) pagi mendatangi manajemen pabrik yang beroperasi di kawasan tersebut. Massa menilai banjir bandang sungai Ciangsana Kamis kemarin, yang berdampak pada pemukiman dan sekolah, akibat aktivitas pabrik yang berjarak kurang dari 200 meter dari kawasan aktivitas warga.
“Sebelum ada pabrik, dulu banyak pepohonan berdiri, tapi sekarang sudah tidak ada karena ditebang. banjir air lumpur tanah yang menerjang pemukiman warga, dipastikan berasal dari pabrik ini,†ungkap perwakilan warga, Firman Junawan kepada sukabumiupdate.com Jumat.
Kedatangan warga dan guru ini, kata Firman hanya untuk meminta pertanggung jawaban manajemen pabrik. “Mereka harus ikut membersihkan material lumpur tanah yang menerjang kampungt dan SDN Cimanggu 2, awalnya mereka tidak mengakui kalau material lumpur tanah yang terbawa arus banjir berasal dari lokasi pabrik. Namun akhirnya mereka mau membantu kita membersihkan sisa lumpur,†lanjur Firman,
Sementara Bagian Kesra Desa Sukamulya Ukon Jajuli mengatakan, material lumpur tanah memang berasal dari kawasan pabrik. Hanya Ukon belum tahu bentuk tanggung jawab kepada warga seperti apa, terakhir warga menuntut pembuatan tanggul, agar luapan air disertai lumpur dan tanah tidak turun ke pemukiman.
“Iya memang betul tadi warga ke PT Kosmo. Menurut kami lumpur tanah yang terbawa arus banjir berasal dari kawasan pabrik. Tapi sumber luapan banjir kita belum tahu, apakah dari kawasan pabrik atau dari lokasi lain,†ujarnya.Â