SUKABUMIUPDATECOM - Tidak ada yang mau menjadi orang gila. Walaupun banyak dari kita yang berharap “dimaklum†untuk setiap kekeliruan yang dibuat. Padahal sejatinya, cuma orang gila yang layak dimaklum. Menjadi gila pun bukan pilihan.
Anda juga pastinya tidak mau menyaksikan orang-orang yang Anda cintai menjadi stress kemudian gila karena ulah Anda. Namun ada kalanya perilaku kita, dengan atau tanpa sadar telah menjadikan orang-orang yang kita kasihi menjadi stress, kemudian gila karenanya.
Beberapa dari sepuluh orang gila yang kami tampilkan ini, disinyalir memiliki masa lalu yang menyakitkan akibat orang-orang terdekatnya. Entah karena diselingkuhi suami, disakiti orang terdekat, hingga tuntutan yang berlebihan dari pasangannya.
Beberapa dari mereka sudah meninggal, namun namanya tetap dikenal warga di sekitar ia biasa berkeliling.
Berikut adalah sepuluh orang gila legendaris di Kota dan Kabupaten Sukabumi:
1. Atret
Dia orang gila paling fenomenal dan melegenda, Atret juga mungkin orang yang terobsesi ingin bisa menyetir mobil. Jika ia berjalan, tangannya seakan-akan sedang memainkan setir mobil. Kalau ada batu agak besar menghalangi jalur mobil khayalannya, Atret akan berhenti. Lalu tangannya akan bergerak seakan-akan memindah posisi perseneleng. Kemudian maju lagi dengan mengambil jalur berbeda. Pernah ada orang iseng, si batu halangan di geser ke jalur baru sehingga mobil si Atret kerjanya hanya maju mundur. Entah siapa yang pertama menamainya si Atret. Tapi Atret memang berarti mundur (dari bahasa Belanda: achteruit). Jalur yang biasa dilalui Atret adalah, Alun-Alun Kota Sukabumi Jalan Ahmad Yani, Suryakencana, dan Bhayangkara.
Â
2. Betot
Wajahnya bulat, tubuhnya subur, berkulit hitam, dengan kepala botak. Warga CIbadak menyebut orang gila satu ini dengan sebutan Betot. Ia biasa muter-muter di kawasan pertokoan Labora, Bojong Masjid, hingga Bojong Jagal, Kecamatan Cibadak. Biasanya orang gila yang doyan makan pasir dan tanah ini, selalu membawa karung yang entah apa isinya. Betot juga kerap minta uang kepada siapa pun yang pernah ditemuinya.
Â
3. Ujang
Berbadan ceking, dengan tinggi badan sekira 160 cm, kulitnya coklat, dan memiliki rambut panjang dan gimbal. Ia biasa mondar-mandir di sekitaran Pasar dan Stasiun Parungkuda. Kebiasaan lainnya adalah ia biasa teriak-teriak nyaring seperti orang marah tengah mengejar musuh. Yang membuat warga kerap takut, adalah ia seringkali membawa golok dan menebang pohon pisang yang ditemuinya di pinggir jalan.
Â
4. Beta
Dari raut wajahnya, jelas si Betdaka bukan asli Sukabumi. Ia biasa menghabiskan waktu di Jalan Bhayangkara, Jendral A. Yani, hingga Oto Iskandar Dinata, Kota Sukabumi, Anda akan dengan mudah menjumpainya, ciri-cirinya sangat khas apalagi rambut gimbalnya yang jempet dan kusam. Biasanya si Beta akan mengamati Anda, kemudian dia akan memalingkan wajah, tapi jangan coba-coba menantangnya karena si Beta tak jarang mengejar orang yang ia rasa sudah meledeknya.
Â
5. Ale
Jika kita memberinya uang, dia mau menyanyikan satu lagu yang lucu dan aneh dengan nada seperti adegan aktor yang sedang mabuk di film laga. Satu-satunya lagu yang dia bisa nyanyikan hanya berlirik seperti ini “Jarum dikasih jarum... Jarum peniti mana lubangnya... Cium dikasih cium ... Cium di pipi mana rasanya.†Jangan kaget jika sudah menyanyi biasanya dia akan meminta bersalaman juga.
Â
6. Dukun
Pagi sekali, ketika emperan toko masih sepi, orang gila satu ini sudah duduk dengan mulut komat-kamit seperti tengah melafalkan mantera. Tidak jarang banyak orang yang sering mendapatinya sedang berpose seperti seorang yang sedang semedi, sebelum kemudian sekitar pukul 08.00 WIB si empunya toko mengusirnya. Tetapi setiap pagi pada hari berbeda, Dukun sudah kembali di posisi semula dengan ritual rutinnya.
Â
7. Samin
Sesekali orang gila ini sering berjalan dengan gaya serius seperti sedang terburu-buru menuju kesebuah tempat, meski terkadang berjalan sangat santai kemungkinan karena kelelahan, perawakannya kurus dengan rambut lurus, dagu nya sedikit “cameuhâ€.  Entah apa isi “gemolannya†tapi nampak sangat berat dan kerepotan, “trayekâ€nya dari Cibadak ke Cikembang atau sebaliknya. Tidak pernah terdengar akrab siapa nama aslinya, orang-orang memanggilnya si Samin.
Â
8. Kapten
Sepertinya orang gila satu ini dulunya pernah terobsesi menjadi personil militer atau kepolisian. Penampakannya di sekitaran Ciaul, dinamai Kapten karena ia selalu mengenakan topi khasnya yang mirip lazim digunakan oleh kesatuan militer dan kepolisian. Ia sering terlihat melamun dan banyak juga warga yang sering melihatnya sedang marah-marah sendiri. Kadang juga dia terlihat berdiri tegap seperti sedang berbaris.
Â
9. Tong Dibere
Entah siapa nama asli wanita yang dikenal temperamental ini, kebiasaannya meminta uang kepada siapapun yang ditemuinya, dan mengamuk dengan kata kata kasar jika tidak diberi uang. Perempuan tua ini biasa menggunakan kerudung, pakaian tradisional, dan menggunakan sarung. Kulitnya hitam, tinggi sekitar 160 cm, muka tirus. Rute perjalanan adalah jalan-jalan protokol Kota Sukabumi, mulai dari Jalan Suryakencana, Siliwangi, Bhayangkara, Ahmad Yani, dan Jend. Sudirman. Untuk memancing kemarahannya, anak-anak biasa meneriakan kata: “Tong dibere… Tong dibere… Tong dibere…â€. Jika mendengar teriakan tersebut, wanita ini akan mengamuk disertai umpatan kata-kata kasar. Bahkan tak jarang sambil melempar batu.
Â
10. Oyay
Konon Si Oyay itu dulunya (maaf) seorang Pekerja Seks Komersial, ia terkena penyakit kelamin, hingga membuatnya depresi dan stress. Ia biasa berkeliaran di sepanjang jalan Kota Sukabumi. Kabarnya pernah ada pegawai Dinas Sosial Kota Sukabumi yang ditawari naik pangkat asal mau mengangkat Oyay ke mobil untuk disingkirkan dari jalan. Tapi entah bagaimana ceritanya, Oyay selalu kembali lokasi yang sama.