SUKABUMIUPDATE.COM - Sesuai kesepakatan pihak keluarga, tokoh ulama setempat, dan pihak kepolisian. Setelah dievakuasi, Mayat Mak Elom langsung dikuburkan di pemakaman umum di Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, sekira Pukul 22.30 WIB.
Jenazah Elom tidak dimandikan, tidak disolatkan dan tidak dipakaikan kain kafan. Kantong mayat milik kepolisian setempat pun ikut dikuburkan bersama mayatnya. "Ini sifatnya darurat. Kalau dimandikan dulu khawatir kondisi badan jasad Mak Elom berceceran karena sudah dalam kondisi rusak, akibat terlalu lama berada di dalam air," ujar salah seorang tokoh masyarakat Desa Cimahi Alawi Arridho kepada sukabumiupdate.com, Selasa (18/10) malam.
Selain alasan darurat, tidak dimandikan dan tidak disolatkannya jenazah Elom, kata Alawi karena ia meninggal lantaran kecelakaan. Hal ini dalam fikih Islam masuk dalam katagori meninggal dalam keadaan syahid.
Sekadar informasi, Elom adalah warga Kampung Babakan Tipar RT 37/02, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, ditemukan sudah tidak bernyawa di kolam area peternakan ayam. Elom yang sudah menghilang sejak tanggal 28 September 2016 silam, ditemukan sekitar 300 meter dari rumahnya, di sebuah kolam ikan peternakan ayam di kampung yang sama. Jenazahnya pertama kali ditemukan Selasa (18/10), sekitar pukul 21.00 WIB, oleh tukang pencari kodok.