SUKABUMIUPDATE.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil alih pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jampang Kulon. Hal ini dilakukan agar lebih optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), dalam siaran persnya, Rabu (19/10), mengatakan, Kabupaten Sukabumi adalah kabupaten terluas di Pulau Jawa dan Bali, sehingga diperlukan penguatan peningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat guna memperluas efektivitas layanan publik.
Di sisi lain, total sebanyak 2,5 juta jiwa jumlah penduduk kabupaten ini, baru dilayani tiga BLUD yakni, Jampang Kulon, Pelabuhan Ratu, dan Sekarwangi. Ia mengatakan, dengan beban pemerintahan daerah yang harus dilakoni, maka operasionalisasi rumah sakit kerap menemui banyak kendala, terutama dari sisi infrastruktur dan ketersediaan personil tenaga medis.
"Semangatnya itu, selain mereplikasi ambil alih BLUD ini berbanding lurus program pengembangan infrastruktur Pemprov Jabar di Jabar Selatan, juga agar masyarakat tidak menumpuk di Rumah Sakit Hasan Sadikin," kata Aher.
Menurutnya proses tersebut membuat Pemprov Jabar mengambil alih sumber daya manusia dan aset BLUD Jampangkulon yang memiliki personil sebanyak 115 PNS, 129 non PNS, 280 tenaga kontrak, dan total aset Rp67,7 miliar.
"Setelah kita ambil alih, akses jalan juga kita perbaiki. Aset BLUD kita tambah dengan belanja alat kesehatan lebih bagus. Bahkan dengan skema Badan Layanan Umum Daerah, maka Rumah Sakit Jampang Kulon lebih leluasa merekrut tenaga medis, PNS maupun non PNS," kata Aher.
Sementara itu Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan, pihaknya dan terutama seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi, menyambut baik kebijakan Pemprov Jawa Barat ini. Sebab, selain memajukan masyarakat Sukabumi, juga akan memajukan kawasan Selatan secara keseluruhan.
"Gagasan alih kelola BLUD ke provinsi ini bisa menjadi contoh baik bagi pelosok daerah lain di Indonesia. Hambatan jarak, infrastruktur, dan ketersediaan sumber daya dapat dientaskan secara bertahap," kata Marwan.Â