SUKABUMIUPDATE.COM - Pungutan liar (Pungli) dan lambannya pelayan publik pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi tak hanya diprotes aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukabumi, tetapi juga warga Kabupaten Sukabumi lainnya. Seorang warga sengaja ambil bagian dalam aksi unjuk rasa HMI di Kantor Disdukcapil Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/10), ia merebut pengeras suara dan berorasi.
“Saya membuat e-KTP (kartu tanda penduduk elektronik-red) hampir sebulan, selalu ada alasannya untuk tidak selesai. Pelayanan lamban, padahal saya harus bolak balik dari Cicurug ke Cisaat. Mereka tidak terang-terangan meminta nominal, bahasanya berapa aja, itu Pungli juga,†teriak Suhendi, warga Kecamatan Cicurug, dalam orasinya.
Dalam aksi ini, aktivis HMI memang memberikan kesempatan pada warga yang sedang mengurus administrasi kependudukan dan catatan sipil untuk mengeluarkan uneg-unegnya. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Suhendi yang memang sudah sangat kesal dengan pelayanan publik di kantor tersebut.
“Saya mendukung teman-teman mahasiswa ini untuk mendesak Pemda (pemerintah daerah-red) memperbaiki kinerja para pegawai negeri sipil (PNS) yang ada di kantor ini. Setiap urusan jadi sulit dan ujung-ujungnya uang. Saya tidak mau ngasih sepeserpun, makanya KTP saya nggak jadi-jadi sampai sekarang,†jelas Suhendi yang langsung disambut tepukan tangan aktivis HMI di belakangnya.
Dalam aksi ini, aktivis HMI Cabang Sukabumi memang mendesak Pemda untuk menertibkan Pungli dan memperbaiki pelayanan kepada masyarakat, termasuk meninjau ulang kebijakan sentralisasi pembuatan KTP.
“Dalam aksi ini, kami sengaja bawa sapu dan serok sampah untuk diserahkan kepada Kepala Disdukcapil Kabupaten Sukabumi, agar segera membersihkan oknum yang suka Pungli, serta memperbaiki kinerja pelayaan publik,†jelas kordinator aksi HMI Sukabumi Riandi Al Ghazali.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Sukabumi, Sopyan Effendi yang ikut menyaksikan aksi unjuk rasa tersebut, menyampaikan terima kasih sudah diberi masukan yang sangat penting. “Saya berjanji akan menindak tegas siapapun petugas kami yang melakukan praktik Pungli,†jelas Sopyan.
Usai berdiskusi sambil duduk di halaman kantor, massa HMI Cabang Sukabumi membubarkan diri dengan tertib.