SUKABUMIUPDATE.COMÂ - Bupati Sukabumi Marwan Hamami dalam memimpin Sukabumi menjadi lebih baik, nampaknya harus terus melakukan konsolidasi internal. Pasalnya keberadaan orang nomor satu di Sukabumi ini jangan mudah atau gampang dicatut oleh orang lain untuk berbagai kepentingan.
"Saya meminta di Sukabumi jangan ada terjadi mengaku orang dekat bupati untuk berbagai kepentingan yang akhirnya membuat nama bupati dan wakil bupati menjadi rusak," ungkap tokoh masyarakat Palabuhanratu Asep Wahyu Bustomi, kepada sukabumiupdate.com, Kamis (20/10).
Menurut tokoh yang akrab disapa Asep Away itu, bupati harus bersikap tegas, kepada siapa pun yang mengaku-ngaku dekat dengannya.
"Jangan sampai orang menjual nama bupati. Meski mereka dekat dengan bupati, yang akhirnya citra dan sosok bupati akan rusak di mata masyarakat," tegasnya.
Ditambahkan Asep, Marwan Hamami dan Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono merupakan pimpinan ideal. Sosok yang tegas dan idealis, serta ramah kepada masyarakat. Hal ini yang harus terus dijaga.
"Kami merasa memiliki, dan ikut tanggung jawab, untuk Sukabumi Lebih Baik ini. Jangan karena segelintir orang Sukabumi, menjadi rusak namanya. Nantinya warga berbalik tidak simpati kepada Marwan-Adjo."