Sukabumi Update

Data Disnak, Ada 14 Ribu Ekor Anjing di Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.COM - Dinas Peternakan (Disnak) menyebutkan, ada sekitar 14 ribu ekor anjing di Kabupaten Sukabumi. Belasan ribu ekor anjing ini tersebar hampir di semua kecamatan, dan berpotensi menjadi penular virus rabies yang mengancam warga masyarakat.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnak Kabupaten Sukabumi, Winda Sri Rahayu kepada wartawan, Kamis (20/10). Khusus di empat kecamatan, antara lain Gegerbitung, Jampang Tengah, Purabaya, dan Cisolok, mendapatkan perhatian serius karena sudah terjadi kasus gigitan anjing rabies.

"Sosialisasi ini rutin kami lakukan untuk antisipasi terjadinya kembali serangan anjing rabies yang pernah menyebabkan seorang warga di Jampangtengah meninggal dunia dan belasan warga lainnya positif rabies namun berhasil disembuhkan," katanya.

Mayoritas pemilik anjing di daerah pedesaan di Kabupaten Sukabumi untuk membantu berburu, atau menjaga ladang pertanian. Winda gembira karena sosilisasi rabies melalui gerakan vaksinasi anjing ini disambut positif oleh warga pemilik anjing.

“Mereka juga sudah mulai paham dengan ciri anjing yang mulai mengidap rabies. Kami minta mereka segera melapor, agar anjing rabies tersebut bisa kita musnahkan sebelum menggigit atau menyerang warga dan akhirnya menularkan virus rabies.

Disnak juga mendata bahwa kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang berbatasan dengan kabupaten lain sangat rawan penyebaran virus rabies. "Kawasan rawan serangan anjing rabies saat ini berada di daerah perbatasan seperti yang berbatasan dengan Kabupaten Cianjur, Bogor, dan Lebak Banten," kata Kepala Disnak Kabupaten Sukabumi Iwan Karmawan di Sukabumi, Kamis (20/10).

Menurutnya, rawannya daerah perbatasan tersebut karena kemungkinan ada anjing dari daerah perbatasan masuk ke wilayah Kabupaten Sukabumi, seperti dari Kabupaten Lebak, Provinsi Banten yang masih endemis rabies yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI