SUKABUMIUPDATE.COM - Sultan Alisyahbana (10) yang merupakan korban penculikan warga Kampung Cibatu Pos, Desa/Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi akhirnya kembali sekolah sejak Jumat (21/10), setelah sebelumnya tidak sekolah selama 12 hari pascapenculikan yang menimpa bocah ini.
Walaupun belum mendapakan terapi psikologi sesuai janji Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi, tetapi atas dorongan semangat dari orang tuanya, akhirnya Sultan bisa ikut kembali mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar (SD) Negeri II Mangkalaya, Kecamatan Cisaat.
Di hari pertamanya masuk sekolah, Sultan tidak banyak melakukan aktivitas, karena rasa trauma akibat penculikan, dan khawatir di-bully teman-temanya, masih saja menghantuinya. Ia juga masih diantar orang tuanya karena masih takut untuk berkomunikasi dan bertemu orang yang ia tidak dikenal.
Orang tua Sultan berharap janji pemerintah yang akan mendatangkan psikolog dapat segera terwujud, pasalnya anaknya tersebut masih sering teringat peristiwa penculikan, dan menjadikan Sultan sebagai pengemis serta diperlakukan kasar oleh pelaku.
"Sultan baru mau sekolah, itu setelah kami bujuk, untuk terapi kejiwaannya belum dilakukan yang katanya nanti akan ada petugas dari Pemkab (pemerintah kabupaten) Sukabumi yang datang ke rumah," kata ibu kandung korban, Nurma kepada sukabumiupdate.com, Jumat (21/10).