SUKABUMIUPDATE.COM - Hawa dingin Kota Sukabumi ketika malam, terlebih pada musim penghujan seperti sekarang, cenderung membuat  orang mencari makanan atau minuman yang bisa menghangatkan badan. Salah satu kuliner yang bisa memenuhinya adalah sekoteng.
Namanya Sekoteng Singapore, lokasinya berada Jalan Ahmad Yani No.243, Kota Sukabumi. Tempatnya yang berada di pusat keramaian Kota Sukabumi, memudahkan para pencari kuliner malam hari untuk menyeruput hangatnya kuah sekoteng dengan dua pilihan rasa yang tersedia, jahe dan pandan.
Semangkok sekoteng yang terdiri dari campuran air gula, susu, biskuit, kolang-kaling alias caruluk, kacang hijau, jali-jali, pacar china dan roti, disiram air panas rasa jahe atau pandan. Aromanya dijamin akan menggugah lidah Anda untuk segera menyantapnya.
Namun jangan kaget jika Anda merasakan sensasi lain di lidah ketika menyantap Sekoteng Singapore, yaitu saat Anda mengunyah butiran-butiran kecil berserat dengan rasa manis, menjadikan Sekoteng Singapore berbeda dari sekoteng yang biasa Anda santap.
Lantas, mengapa kedai sekotengnya ia namakan Sekoteng Singapore? â€Kami membuat Sekoteng ini lebih lokal dengan cara menyesuaikan rasa sama lidah masyarakat Sukabumi, termasuk menyertakan manisan baligo yang dipotong kecil-kecil. Nama Sekoteng Singapore dipilih, karena sekoteng di sini a la-a la Singapore gitu. Kan sekoteng itu awalnya juga dari China,†terang Syamsul Komar (37), pemilik usaha kuliner ini menjelaskan kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (22/10).
Baligo adalah labu besar berwarna kuning di bagian kulit dan dagingnya, biasa digunakan masyarakat Eropa atau Amerika saat pesta Helloween. Masyarakat Sukabumi seringnya mengolah baligo menjadi kolak atau bahan dasar membuat penganan dodol.
“Rasanya enjos gandos, kang. Paling tidak, seminggu sekali kami kesini,†ucap Fira (23) dan Riska (19), dua orang pengunjung asal Sukaraja ini, kompak menjawab pertanyaan sukabumiupdate.com ketika tengah menikmati Sekoteng Singapore.
“Rasanya enak, beda dari yang lain! Teu cawerang lah ini mah. Tambah tehna kang! Teh naon ieu nya? Rasana beda pisan, enak,†komentar Deden Achdiyat, Ketua KONI Kabupaten Sukabumi.
Segelas kecil teh yang disajikan, menjadi sangat spesial untuk mengakhiri icip-icip Sekoteng Singapore. Teh yang diramu dengan cara khusus, menambahkan beberapa resep rahasia, sehingga rasa dan aroma teh yang khas dengan tingkat kekentalan tertentu, menjadikan rasa teh jauh lebih nikmat.
Sekoteng Singapore sudah dua tahun menempati salah satu toko tersebut. Walaupun demikian, Syamsul berkisah, bahwa dirinya pernah menjadi tukang sekoteng keliling dan mangkal kaki lima. Pekerjaan ini dijalani, pasca dirinya menganggur karena berhenti bekerja sebagai operator film di Bioskop Tajur, Kota Bogor.
“Saya sudah 13 tahun berjualan, rasanya beda lah, antara penjual sekoteng dibanding bekerja,†Syamsul tertawa mengingat masa lalunya. â€Kalau malam Minggu omset kami bisa sampai 500 mangkuk. Jika libur panjang dan hari raya, malah bisa mencapai enam hingga 700 mangkuk. Ini karena saran ibu saya agar saya jadi penjual Sekoteng. Karyawan saya ada sepuluh dibagi dua shift dan buka cabang di Jalan Sudirman, dekat pom bensin,†Imbuhnya.
Jika akhir pekan ini anda mencari santapan di malam hari yang manis mengenyangkan dan menghangatkan, cobalah!