Sukabumi Update

Selama Diculik, Bocah Cisaat Sering Dicubit dan Dibentak

SUKABUMIUPDATE.COM - Dari hasil pemeriksaan dokter, secara fisik dinyatakan tidak ada bekas kekerasan fisik yang berarti di seluruh tubuh M Farhan Alfaridzi (8), warga Kampung Cibatu Pos, Desa/Kecamatan Cisaat, Kabupate Sukabumi.

Meski begitu, kepada keluarganya, Farhan mengaku sering dicubit dan dibentak oleh si penculik Farhan dan Sultan Alisyahbana (10).

"Sering dicubit dan dibentak si penculik kalau adik saya (Farhan) menangis ingin pulang, karena ingat ibunya di rumah. Dicubitnya di bagian paha kaki kanan. Kata Farhan, si penculik juga suka membentaknya," ujar kakak kandung Farhan, Yogi Mahmudin (25) kepada sukabumiupdate.com, Senin (24/10).

Dari cerita Farhan ungkap Yogi, selama dalam penculikan, dalam perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, adiknya tersebut selalu berjalan kaki, meski sesekali kalau Farhan kecapean, Farhan akhirnya digendong oleh si penculik, atau diajak naik angkutan kota (Angkot) atau kereta api.

"Kalau malam adik saya tidurnya kadang di masjid, kadang di stasiun, atau terminal bus. Makanya wajar kalau pas pertama ketemu, Farhan kelihatan seperti anak kurang urus," terang Yogi.

Kendati selama 14 hari dalam genggaman penculik, menurut Farhan, soal makan dan tidur tidak normal. Tapi kondisi kesehatan Farhan masih terbilang sehat. "Alhamdulilah kalau kondisi fisiknya masih sehat, hanya mungkin kondisi kejiwaannya perlu bimbangan," tandasnya.

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI