Sukabumi Update

Keluarga Pelajar Korban Gorok Minta Oknum Guru Madrasah di Cisaat Dihukum Mati

SUKABUMIUPDATE.COM - Keluarga pelajar YI (17) yang tewas digorok oleh pacarnya yang berprofesi sebagai guru Bahasa Arab di salah satu Madrasah dan Aliyah di Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Tantan Supriatna (22), dihukum mati.

"Kami sekeluarga sangat terpukul anak saya meninggal dengan keaadaan yang tidak diinginkan, dia itu anak baik, penurut," ungkap ayah korban, Jaji (50) sambil menahan isak tangis saat ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin, SH.

Jaji berencana kalau YI yang merupakan anak ke dua dari empat bersaudara ini lulus dari bangku sekolah menengah atas (SMA), anak gadisnya itu akan dikuliahkan agar kelak menjadi orang sukses.

Namun sayang, cita-cita Jaji tersebut tidak kesampaian, karena YI digorok Tantan Supriatna, warga Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, pada bagian lehernya dengan menggunakan pisau cutter, Kamis (27/10). Setelah 15 jam menjalani perawatan medis di RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, YI akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Korban meninggal dunia sekitar pukul 12.00 WIB, Jumat, (28/10), karena luka parah di bagian lehernya, bahkan pita suaranya terputus dan banyak kehilangan darah.

Jaji menambahkan, di rumah YI terbilang anak baik dan penurut, tidak pernah melawan jika diberi nasihat apa pun. "Kami tidak terima, hukum seberat-beratnya kalau bisa dihukum mati sesuai dengan undang-undang yang berlaku," tambahnya.

Rencananya, jasad korban akan langsung dibawa untuk dikebumikankan di Takokak, Kabupaten Cianjur.

Sebelumnya baca selengkapnya https://sukabumiupdate.com/berita-pelajar-korban-gorok-oknum-guru-madrasah-di-cisaat-akhirnya-meninggal.html

Dan juga tidak kalah menarik di https://sukabumiupdate.com/berita-ditolak-berhubungan-intim-oknum-guru-di-cisaat-kabupaten-sukabumi-nekat-gorok-pacar-.html

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI