SUKABUMIUPDATE.COM - Bencana banjir, longsor dan angin puting beliung yang menyergap Sukabumi, Senin (31/10) kemarin, ternyata membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi kewalahan. Hingga hari ini, Selasa (1/11), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bahkan belum punya data berapa rumah yang terendam banjir dan terkena atau terancam longsor tersebut.
BPBD baru punya data terjadi bencana di 14 titik di antaranya Kecamatan Warudoyong, Gunung Puyuh, Cikole, dan Baros. “Kita masih mencatat dampak dari bencana kemarin dan kerugiannya, petugas masih di lapangan bersama pihak kecamatan dan kelurahan,†ungkap Kepala BPBD Kota Sukabumi Asep Suhendrawan, Selasa (1/11).
Data BPB menyebutkan bencana banjir terjadi di Jalan Sejahtera dekat Dinas Pertanian, Jalan Cemerlang Sukakarya, Cikeong, Kelurahan Mekaraya, Jalan Sriwidari Aminta Ajmali, Jalan Syamsul Ulum, Kelurahan Gunung Puyuh, dan Jalan Arif Rahman Hakim.
"Banjir banyak terjadi di pemukiman atau jalan yang berada tak jauh dari selokan besar, aliran irigasi atau sungai. Akibat pendangkalan,†lanjut Asep.
Sementara bencana longsor terjadi di Ciseurueh, Kelurahan Karang Tengah RW 03, 04 dan RW 15, Perumahan Tanjungsari persis belakang Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Gunung Puyuh. Bencana angin puting beliung terjadi di Sudajaya Hilir di RW 06, tiga rumah rusak berat, 12 rusak sedang, dan lima rusak ringan.
“Ini data yang masuk sampai jam sepuluh malam tadi, dan sekarang seluruh anggota akan mengecek ulang di lokasi kejadian dan mendata ulang,†sambung Asep.