Sukabumi Update

Pelajar Bantargadung Kabupaten Sukabumi Bertaruh Nyawa Demi Pendidikan

SUKABUMIUPDATE.COM - Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono meminta warga dan pelajar yang selama ini harus bertaruh nyawa ke sekolah dengan melintasi Sungai Pamarayan. Hal ini disampaikan langsung Adjo Sardjono saat meninjau lokasi perlintasan di atas sungai berarus deras tersebut, Rabu (2/11). "Insha Allah, tahun depan kita anggarkan untuk pembangunannya," ujar Adjo Sardjono sambil mencoba meniti bebatuan melintas sungai Pamarayan.

Sungai Pamarayan merupakan batas dua desa di Kecamatan Bantargadung yakni, Limusnunggal dan Buanajaya. Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi menganggarkan pembangunan jembatan pada 2017, akan menghubungkan dua desa yang berbatasan dengan Desa Bumisari, Kecamatan Cikidang itu.

Tidak hanya warga, anak sekolah dari Buanajaya dan Limusnunggal nantinya diharapkan tidak perlu lagi melintasi bebatuan di sungai untuk sampai di sekolah.

"Kami khawatirkan kalau hujan turun. Bisa dibayangkan bahayanya jika warga memaksakan menyebrang sungai. Makanya, kita akan prioritaskan pembangunannya," imbuh Adjo.

Adjo juga menambahkan, akan dilakukan pengkajian terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk melihat kewenangan pembangunan, jika desa bisa menggunakan Dana Desa atau Dana Alokasi Desa. “Jika kewenangan pemkab maka Dinas Tata Ruang Pemukiman dan Kebersihan bisa mengambil alih pembangunan,” lanjut Adjo.

Sementara itu, Kepala Desa Buanajaya Harja mengaku, pembangunan jembatan tersebut sangat dinanti oleh warga karena merupakan rute aktivitas sehari-hari. "Kami senang dengan rencana ini. Semoga saja, aktivitas masyarakat bisa lebih baik dan cepat," tegasnya.

Lastini (17), warga Kampung Cikarang RT 01/05, Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung, mengamini pernyataan Harja, "Warga, khususnya pelajar, sering dipaksa libur jika air sungai meluap akibat hujan. Pernah digendong bapaknya saat arus air sedang besar, jadi ngeri. Semoga saja, jembatan ini cepat dibangun.”

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI