Sukabumi Update

Tak Benahi, Inilah Penyebab Macet Abadi di Cicurug Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.COM - Kemacetan di jalur utama Sukabumi-Bogor memang sudah demikian populer di kalangan pengguna jalan yang pernah melintasinya. Bukan saja telah mengundang keprihatinan Gubernur dan Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, tapi juga pejabat nasional hingga presiden.

Lain soal dengan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, lebih memprihatinkan lagi. Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar dan membuat pejalan kaki harus mengalah, dengan berjalan di badan jalan, adalah hal lain.

Bagaimana tidak terjadi kemacetan setiap saat, dalam radius dua kilometer saja, setidaknya terdapat delapan titik kemacetan. Dimulai dari pertigaan menuju arah Cidahu, kemudian dalam radius 20 meter terdapat tasiun pengisian bahan bakar minyak umum (SPBU), disusul 50 meter kemudian persimpangan Gang Koramil menuju jalan alternatif.

Dari persimpangan menuju Gang Koramil, 50 meter terdapat perlintasan kereta api (KA) di depan Pabrik Aqua Mekarsari, lalu 500 meter dari perlintasan KA ada Pasar Cicurug, dan pertigaan dan putaran angkutan kendaraan arah Bangbayang dan Cimalati pada jarak sekira 50 dan 500 meter setelahnya. Terakhir adalah persimpangan menuju jalan alternatif menuju Cicurug dan Cipanggulaan di Tenjoayu.

Setidaknya hal tersebut dikemukakan Dudi Priatna (40), seorang pengguna jalan dan warga Nyangkowek, Desa Bangbayang, Kecamatan Cicurug. "Sebagai pengguna jalan, bukan hanya saya, saya yakin semua juga merasa jenuh. Tapi yang bisa dilakukan, ya cuma bisa sabar."

Ditambahkan karyawan swasta yang bekerja di salah satu perusahaan produk elektronik di Parungkuda ini, dari kedelapan titik tersebut, perlintasan KA di depan Pabrik Aqua sepertinya akan menjadi titik kemacetan abadi.

Pantauan sukabumiupdate.com, Minggu (6/11), sore hingga tengah malam, arus lalu lintas arah Bogor dan Jakarta dari Sukabumi atau sebaliknya, kerap tersendat di perlintasan rel KA tersebut.

"Jika pagi hingga sore titik kemacetan ada delapan, saya kira dengan penataan angkutan barang, penertiban PKL, pembangunan jalan alternatif, dan lain-lain, akan mengurangi kemacetan di tujuh titik lain. Tap khusus penyebab kemacetan dari pagi hingga pagi lagi, satu perlintasan kereta api saja, sudah cukup membuat kita mengelus dada," tambah Dudi.

Ditambahkan Dudi, saat musim penghujan seperti saat ini, rel KA menjadi licin. Akibatnya, banyak kendaraan roda dua terpeleset roda depan atau belakang. Bahkan banyak di antaranya terjatuh, sehingga mengakibatkan arus lalu lintas menjadi tersendat. "Padahal tidak hujan pun, kendaraan besar dan pribadi, pasti melambatkan kendaraan jika melintasi rel kereta api tersebut."

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI