SUKABUMIUPDATE.COM - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Sukabumi, Sofyan Selle yang baru beberapa hari menduduki jabatannya, langsung mengundang sejumlah wartawan yang bertugas di Sukabumi, Kamis (10/11).
Usai memperkenalkan diri, mantan Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Depok ini meminta saran dan kritik kepada "pemburu" berita, untuk kemajuan lembaganya ke depan.
Hal tersebut dilakukan ketika menggelar coffee morning di Aula Kejari Kabupaten Sukabumi, Jalan Raya Karang Tengah, Kecamatan Cibadak ini, Sofyan berharap antara kejaksaan dengan insan pers bisa terjalin interaksi lebih intens ke depannya.
“Saya tidak mau mendengar lagi ada gesekan antara pihak kejaksaan dengan insan pers. Harus terjalin sebuah sinergitas yang baik," ujar mantan Kepala Seksi (Seksi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Cianjur ini.
Gaya kepemimpinan. Sofyan Selle dinilai sebagai langkah yang tepat oleh kalangan jurnalis, yang nengaku kerap kesulitan untuk mengkonfirmasi beberapa penanganan kasus, terutama pengusutan terkait dugaan korupsi.
"Kami berharap, dengan kepemimpinan Pak Sofyan lembaga Adyaksa ini akan lebih terbuka. Dengan begitu, publik akan mengetahui kinerja kejaksaan," ujar Rendi Rustandi, wartawan Radar Sukabumi.
Hubungan Jurnalis yang bertugas di Kabupaten Sukabumi dan Kejaksaan Negeri setahun terakhir memang dalam tensi tinggi. Wartawan pernah menggelar aksi unjuk rasa terkait pengusiran salah seorang jurnalis oleh pihak Kejari.
Jurnalis juga sulit mengakses informasi penanganan kasus-kasus hukum yang sedang ditangani oleh Kejari Sukabumi, terutama kasus yang menyedot perhatian seperti korupsi. Sehingga banyak berita yang mempertanyakan kinerja kejaksaan tanpa ada penjelasan dari kejaksaan, karena kebijakan “diam†yang diterapkan Kajari sebelumnya
BACA JUGA: Coffee Morning, Urai Benang Kusut Hubungan Jurnalis dan Jaksa di Kabupaten Sukabumi