SUKABUMIUPDATE.COM - Sebelum Shubuh Bu Chandra (40), begitu ia biasa dipanggil menyiapkan kunyit, sereh, daun salam, rempah-rempah, dan bumbu lainnya. Delapan hingga sepuluh liter beras sebagai bahan pokok membuat nasi kuning ia bersihkan.
Pada awal usahanya, ia hanya menghabiskan empat hingga delapan liter beras. Bermodal bumbu andalan yang didapat dari mertua, sejak jam 05.30 WIB, Chandra sudah menyiapkan sarapan pagi istimewa bagi pelanggan yang datang ke lokasi mangkal gerobaknya, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Cibadak.
“Kita tutup sampai jam sebelas siang, terkadang habis lebih awal, Alhamdulillah,†ungkap Ridi R. Wagia (44), suami Chandra, Jumat (11/11).
Usaha kuliner Chandra berawal dari halaman rumahnya di Neglasari, Kecamatan Cibadak. Ibu dari lima anak ini, memulai usahanya sejak 2006. Bu Danu, sang ibu mertualah yang mengenalkannya pada usaha cathering, Danu sudah sejak lama memiliki usaha cathering tersebut.
Alhasil, proses tutorial memasak, pada akhirnya berjalan dengan sendirinya. Chandra pun belajar mengolah bumbu dan berkenalan dengan berbagai jenis bahan makanan, sehingga menjadi hidangan lezat siap disantap.

Berbagai usaha kuliner pun pernah dilakoninya, seperti ayam bakar, ayam goreng, dan nasi bakar. Ia juga memproduksi kue sejenis bolu, camrie cake marie yang dititip jual, di Mochi Lampion, KotaSukabumi.
“Kami juga sering menerima cathering untuk resepsi pernikahan, acara kantor, ulang tahun, dan lain-lain. Barulah awal 2016 ini, kami mengembangkan usaha nasi kuning atau pesanan nasi tumpeng,†tutur Chandra.
Lantas apa yang membuat nasi kuning ini begitu ngehits? “Selain rasanya jamin enak, kita lengkapi terus lauk pauknya,†jelas Ridi, yang mengaku omzet dari jualan nasi kuning antara Rp800 ribu hingga Rp1 juta setiap harinya, apalagi kalau weekend.
Nasi kuning Chandra bisa disantap bersama ayam goreng, telur balado, perkedel kentang atau jagung, ikan nila goreng, dan mie serta bihun goreng.
Eits! Satu lagi  yang tak bisa terlepas dari beragam jenis kuliner di Indonesia adalah sambal. Sambal yang dipilih untuk menambah nikmatnya nasi kuning Chandra, adalah sambal kacang yang ladzid!
Salah seorang langganan nasi kuning Chandra, Ahmad Bashar (46) asal Jakarta megaku, sering mampir sambil mengunjungi anaknya yang bersekolah di salah satu boarding school. Ia menilai, nasi kuning Chandra berbeda dari nasi kuning kebanyakan,
â€Lebih terasa bumbunya, dan maknyuuss. Biar istri saya bisa bikin di rumah, saya sempat juga menanyakan bagaimana resep pembuatan nasi kuning ini? Enak banget.â€
Cobalah.