SUKABUMIUPDATE.COM - Hampir semua korban banjir di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi pada (Rabu 9/11) lalu, tak mampu menyelamatkan harta benda saat rumah mereka mulai terendam. Dalam hitungan kurang dari satu jam, air dengan cepat merendam pemukiman, sehingga rata-rata korban hanya bisa menyelamatkan diri masing masing.
Amukan sungai Cidolog membuat harta benda milik warga lima desa, rusak dan hilang terbawa banjir. Warga saat ini membutuhkan banyak pakaian bersih, termasuk pakaian dalam, selimut, alas tidur, hingga seragam sekolah anak yang nyaris tak tersisa akibat banjir bandang.

“Pakaian yang tersisa yang seperti ini pak penuh lumpur. Susah dicucinya juga, dua hari ini tidak kering karena hujan terus,†ungkap warga korban Banjir di Desa Cidolog Sudirman (52) kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (12/11).
Sudirman hingga hari ini masih berjuang membersihkan rumahnya dari rendaman lumpur setebal 30 centimeter. Taka da harta benda milik Sudirman yang tersisa, bahkan pesawat televisi hilang entah kemana, terbawa hanyut karena tembok bagian belakang rumahnya jebol diterjang air.
“Uang simpanan hasil panen pun hilang bersama tempatnya. Kami bingung tidak pegang uang, tidak punya baju, kalau makan alhamdulilah selalu dikirim sama petugas dari dapur umum,†jelasnya.
Kebutuhan pakaian bersih dan peralatan rumah tangga lainnya yang diperlukan korban banjir dan longsor ini dibenarkan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, yang membuka posko logistik di kantor desa. “Ya warga memang butuh pakaian kering, selimut, dan peralatan pribadi lainnya. Kita himbau jika masyarakat ingin membantu, koordinasi dulu, agar bantuannya benar-benar bisa dimanfaatkan oleh warga yang terdampak,†jelas petugas BPBD Kabupaten Sukabumi Usman Susilo.