SUKABUMIUPDATE.COM - Korban banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (9/11) lalu, saat ini membutuhkan baju, karena pakaian mereka kotor dan penuh lumpur akibat terendam banjir tersebut.
"Pakaian kami tidak ada yang bisa disalamatkan, hanya sisa yang di tubuh saja," kata salah seorang korban banjir bandang warga Desa Cipamingkis, Kecamatan Cidolog, Sudirman (60) kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (12/11).
Tidak hanya pakaiannya saja yang tidak bisa lagi dipergunakan, tetapi perlengkapan tidur seperti bantal, seprai, dan kasur, ikut terbawa hanyut banjir tersebut. Bahkan, seragam dan peralatan sekolah anak dan cucunya pun, sudah tidak ada lagi yang bisa diselamatkan.
Pascabanjir bandang ini ia sudah mulai pulang ke rumah bersama keluarganya, untuk membersihkan pekatnya lumpur yang menggenangi rumahnya. Selain itu, masih tampak di dinding bekas air, yang merendam rumahnya setinggi sekitar 1,5 meter.
"Sudah tidak ada lagi yang bisa diselamatkan, seperti barang elektronik, pakaian, dan perlengkapan rumah tangga. Karena saat banjir tiba, ia dan keluarganya lebih memilih menyelamatkan diri," tambahnya.
Sudirman masih bersyukur karena dirinya dan keluarganya seluruhnya selamat pada musibah yang terjadi beberapa hari lalu tersebut dan rumahnya pun hanya rusak sedang atau tidak sampai ambruk.
"Kami berharap ada bantuan minimalnya pakaian layak pakai, karena kami sudah tidak punya baju cadangan lagi," katanya.
Sementara, Hubangan Masyarakat (Humas) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi Atep Maulana mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan logistik bantuan darurat berupa alat perlengkapan mandi dan tidur.
Mayoritas warga yang menjadi korban banjir bandang ini membutuhkan pakaian layak pakai dan tentunya obat-obatan serta makanan. "Jika ada dermawan atau warga yang ingin membantu ribuan warga korban banjir tersebut bisa menyerahkan bantuan melalui PMI Kabupaten Sukabumi. Bantuan itu dipastikan akan sampai kepada korban yang membutuhkan," katanya.