SUKABUMIUPDATE.COM - Warga Kampung Cublekan, Desa Sekarsari, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, akhirnya bisa bernafas lega setelah dua hari terisolasi. Jalan akses satu-satunya keluar masuk kampung tersebut, tertimbun longsor.
Akibat longsoran tersebut, proses penanganan korban bencana banjir setelah Sungai Cikupa meluap, pada Rabu (9/11) kemarin, menjadi sulit dilakukan. Padahal, selain merusak rumah, sejumlah jambatan di Desa Sekarsari, Kecamatan Kalibunder, juga hanyut diterjang banjir bandang. Akibatnya, warga terisolir selama dua hari.

Tebing di pinggir jalan sepanjang 200 meter alami longsor, dan menimbun seluruh badan jalan, sejak Kamis (10/11). Warga sudah melakukan gotong royong, namun karena tingginya volume material longsor, usaha tersebut nyaris sia-sia.
“Alhamdulilah sekarang udah bisa masuk, alat beratnya baru turun,†ungkap salah seorang warga Kampung Cublekan Andi Ryan (36), kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (12/11).
Menurut Ryan, luapan Sungai Cikupa membuat sedikitnya sepuluh rumah di Desa Sekarsari alami rusak, dan puluhan lainnya terendam. Saat ini, warga membutuhkan bantuan logistik dan tenaga.