SUKABUMIUPDATE.COM - Hari keempat pascabanjir bandang melanda lima desa di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat atau yang terjadi pada Rabu (9/11), kondisi korban bencana mulai terserang gatal-gatal.
"Dari hasil pemeriksaan kesehatan terhadap korban bencana banjir bandang kebanyakan mengeluh mulai merasakan gatal-gatal di beberapa bagian kulitnya, tetapi kondisi kesehatannya masih baik," kata Hubungan Masyarakat (Humas) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi, Atep Maulana di Sukabumi, Sabtu.
Menurutnya, untuk pemeriksaan kesehatan korban banjir bandang ini, pihaknya bersama tim kesehatan dari Puskesmas datang ke setiap permukiman warga dan melakukan pemeriksaan warga yang mengeluh kesehatannya terganggu.
Pemeriksaan kesehatan secara mobile atau keliling ini dilakukan karena ribuan warga yang terkena dampak banjir ini memilih tidak mengungsi. Terkecuali ratusan warga yang rumahnya rusak berat, mereka mengungsi tetapi ke rumah keluarganya.
Dari hasil patroli kesehatan ini, tidak ditemukan adanya warga yang menderita penyakit berbahaya pascabanjir. Bahkan, mayoritas warga yang menjadi korban bencana sudah melakukan aktivitasnya seperti membersihkan sisa lumpur yang berada di dalam dan sekitar rumahnya.
"Korban bencana banjir bandang memang rawan terserang penyakit gatal dan diare karena sarana air bersih terganggu ditambah kondisi lingkungan yang kotor dipenuhi sampah dan lumpur pascasurut," tambahnya.
Patroli kesehatan ini akan terus dilakukan hingga status tanggap darurat bencana di Kecamatan Cidolog dicabut. Ini dilakukan agar kondisi kesehatan korban tetap terjamin.
Selain itu, pihaknya juga menurunkan sukarelawanya untuk ikut membersihkan rumah warga yang terdampak bencana banjir, agar lokasi musibah tidak menjadi sarang penyakit.
Sementara, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menurunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran untuk mempercepat dan membantu warga yang tengah membersihkan lingkungan dan rumahnya.