SUKABUMIUPDATE.COM - Musik adalah bahasa universal, bahasa yang mengikat perbedaan antar golongan, suku, agama, bangsa dan lintas Negara. Bagaimana musik gamelan atau kecapi suling bisa dinikmati oleh masyarakat Barat, adalah sebuah gambaran bahwa musik berbicara dengan bahasanya sendiri sehingga siapapun bisa menikmati sebuah aliran musik tertentu bahkan penikmatnya berbeda latar belakang dalam berbagai hal.
Dan sebaliknya, penerimaan terhadap musik-musik afro-Amerika seperti Jazz, Blues atau Hip-hop, rap dan R&B di masyarakat Timur pun merupakan representasi dari bahasa musik yang begitu fleksibel.
Dari zaman ke zaman, tak terhitung lagi berapa juta lagu yang sudah di-compose para musisi. Meski demikian, perbedaan antar generasi menjadikan khasanah musik di dunia memiliki karakter dan rasa tersendiri bagi penikmat musik. Walau tak jarang lagu-lagu lawas didaur-ulang dengan komposisi dan aransemen yang mutakhir, pertanda lagu-lagu lama pun, bisa dinikmati kembali oleh generasi kini.
Dari sekian banyak lagu yang pernah jadi lagu “kebangsaan†Anda, manakah di antara ke-10 lagu berikut yang mengembalikan ingatan atau paling mewakili perasaan Anda saat itu?
1. Good Bye
Duo Graham Russell dan Russell Hitchcock asal Australia ini sering menyayat-nyayat hati dengan lirik-lirik lagu melankolisnya. Good bye, salah satu lagu mereka yang berkisah tentang farewell, sebuah lirik yang menggambarkan betapa menyakitkannya sebuah perpisahan. Hingga kini, lagu tersebut masih sering diputar di radio-radio, atau pada perangkat musik mp3 player, compact disc player, atau atau resepsi pernikahan.
2. Some Times Love Just Aint Enough
Patty Smyth adalah mantan vokalis Scandal Band, lagu Some Times Love Just Aint Enough ditulis oleh Smyth dan Glen Burtnik di album Self-Titled pada 1992. Liriknya bercerita hubungan antara dua manusia untuk melanjutkan kehidupan masing-masing dan memahami akibatnya. Jika diterjemahkan secara bebas penggalan liriknya; "ada alasan mengapa orang tidak tinggal di tempat mereka berada, Sayang…, terkadang cinta saja tidak cukup." Single ini sangat sukses di seluruh dunia, oleh karenanya diganjar Gold oleh RIAA (The Recording Industry Association of America) dan bertengger selama enam minggu di tangga lagu Billboard Hot 100 1992.
3. It Must Have Been Love
Bagi yang sedang jatuh cinta, lagu ini akan terasa begitu romantis dan berbunga-bunga. Roxette memilih kata-kata yang sedikit puitis untuk mengungkap pengalaman manusia yang sedang jatuh cinta, duo Swedia yang beranggotakan Per Gessle dan Marie Fredriksson ini, dibentuk tahun 1986, dan pernah menjadi band pujaan anak muda di Indonesia pada zamannya. Meski demikian lagu ini cukup tabu jika diartikan secara harfiah: Make-believing were together, that Im sheltered by your heart. But in and outside Ive turned to water, like a teardrop in your palm. Silahkan bebas menterjemahkannya.
4. Endless Love
Diana Rose dan Lionel Richie pernah berduet lewat Endless Love, lagu cinta yang menceritakan perasaan cinta tulus tiada akhir. Lagu ini booming tahun 1981 dan dianggap sebagai lagu yang paling romantis di dunia versi Billboard. Suara emas kedua penyanyi tersebut cukup merepresentasikan apa yang ingin diungkap pencipta lagunya.
5. I Will Always Love You
Lagu-lagu manis nan menawan, seringkali disenandungkan oleh Whitney Houston, pada akhir hayatnya. Kematian dirinya masih meninggalkan misteri, di mana pelakon utama dalam The Bodyguard bersama Kevin Costner ini adalah salah satu penyanyi terlaris di dunia yang memiliki masa keemasan dari pertengahan 80-an hingga 90-an. Diva pop dunia inilah yang melantunkan I Will Always Love You yang tercatat sebagai salah satu lagu romantis sepanjang masa. Lagu yang ini pernah menduduki puncak tangga lagu Billboard Top 100 selama 14 minggu tahun 1992.
6. How Deep is Your Love
Bee Gees yang indah dengan suara falsetto, tema dan pilihan notasi yang simpel ini, didaur ulang sekelompok anak muda Britania, mereka adalah Gary Barlow, Howard Donald, Jason Orange, Mark Owen, dan Robbie Williams, di mana Barlow bertindak sebagai penyanyi utama dan penulis lagu, berhasil membuat boy band ini mendunia lewat lagu-lagunya seperti Back For Good, suara mereka mendominadsi Inggris dengan genre campur-campur, dance, rock, ballad dan pop. Namun, kharisma lagu-lagu Bee Gees menawan hati boy band Inggris ini untuk menyanyikan kembali How Deep is Your Love.
7. Wonderful Tonight
Jago main gitar dan suara bagus adalah kombinasi sempurna dari penyanyi dan gitaris yang dijuluki Slowhand ini, ia juga pencipta lagu dan komponis asal Inggris yang pernah memenangi Grammy Award. Sebagai salah seorang musisi paling sukses pada abad ke-20 dan abad ke-21 ini, namanya diabadikan tiga kali di museum Rock and Roll Hall of Fame. Kematian anaknya melahirkan lagu sedih Tears In Heaven, lagu yang hanya mengandalkan gitar dan vocal eric ini menanyakan, apakah kau akan mengenaliku ketika kita jumpa di surga? Penyanyi yang memiliki nama lengkap Eric Patrick Clapton CBE, termasuk salah satu raja gitar dunia, ia sering memainkan blues dan rock n roll. Jika Anda penggemar Clapton, mungkin anda setuju jika Wonderful Tonight kita nobatkan sebagai lagu termanis milik Clapton.
8. Killing Me Softly
Rangkaian kata-kata mengerikan bagi orang yang jatuh cinta sepertinya bukan sesuatu yang harus ditakuti. Killing Me Softly, sebuah ungkapan pasrah dari orang yang sedang jatuh cinta tak membuat lagu ini terdengar mengerikan, bahkan cenderung menina-bobokan pendengarnya. Lagu yang pertama kali populer melaui suara emas Roberta Flack hingga kini masih sering dibawakan di café-café yang menyajikan musik top fourty, Flack lahir di North Carolina, ia salah satu penyanyi Afro Amerika yang namanya abadi di blantika musik dunia.
9. Just Called to Say I Love You Â
Bagaimanakah jadinya jika anda dipanggil oleh seseorang, kemudian dirinya hanya mengatakan bahwa ia jatuh cinta pada anda? Reaksinya tentu beragam, tergantung siapa yang mengatakan itu. Dan bagi seorang penyanyi, penulis lagu, produser rekaman dan aktivis sosial asal Amerika Serikat Stevie Wonder atau nama panggung dari Julian Suresh Candiah yang lahir pada 13 Mei 1950 itu, pertanyaan semacam itu adalah inspirasi baginya dalam menulis lagu. I Just Called to Say I Love You booming di pertengahan tahun 80-an. Para pencinta musik jazz tanah air pernah menikmati penampilan musisi legendaris Stevie Wonder yang memiliki keterbatasan sebagai tuna netra itu. Stevie Wonder sejak usia dini, telah menunjukan bakat bermusik yang luar biasa, dan menjadi sosok yang dikagumi dan melegenda.
10. Careless Whisper
Jika Anda ingin mendengar suara terompet yang merayu-rayu bahkan seperti terdengar bagai rengekan merdu, mengajak menari ballet atau berdansa, dengarlah Careless Whisper-nya George Michael, lagu ini termasuk lagu abadi sepanjang zaman. Meski mungkin akan sulit jika kita mencoba menyanyikannya dengan gaya George, terutama di bagian chorus yang mengambil nada tinggi, Careless Whisper termasuk lagu wajib para penyanyi café, sebab seringkali pengunjung me-request lagu ini. George Michael dikenal sebagai penyanyi, penulis lagu, dan produser rekaman. Namanya besar di era 80an-90an dengan gaya musik post-disco pop dansa. George juga bernyanyi dengan genre blue-eyed soul, meskipun dirinya menguasai gaya pop dari musik soul.
Dari 10 golden memories pilihan sukabumiupdate.com di atas, manakah yang pernah mewakili perasaan Anda?