SUKABUMIUPDATE.COM - Banjir bandang yang melanda Kecamatan Cidolog pada Rabu (9/11), ternyata tidak hanya meninggalkan duka dan kerusakan hunian dan infrastruktur jalan dan jembatan.
Sebagian warga yang memiliki gabah, hari ini ramai-ramai menjemurnya. Mereka khawatir gabah yang terendam banjir akan menjadi hitam, dan beras menjadi tidak enak untuk disantap.
Banjir yang melanda kawasan Cidolog membuat gabah milik warga yang baru saja dipanen, terendam banjir. Pantauan sukabumiupdate.com, gabah berubah warna lantaran kurang sinar matahari, sehingga menjadi hitam pekat. Warga sendiri ragu, apakah gabah tersebut dapat dimakan atau tidak.
"Jangankan untuk dijual, untuk makan saja kami tak tahu rasanya seperti apa," ungkap Ujang Muhidin (42) kepada sukabumiupdate.com, Rabu (16/11), sambil menjemur gabah miliknya yang terlihat sudah berubah warna.
Kini, tidak ada alternatif lain, kecuali para petani korban banjir ini berharap ada pekerjaan lain guna menunjang kehidupan sehari-hari. "Duka atuh pa, bade kumaha. Nu jelas semua warga ge teu tiasa ngical pare, lamun aya ge nu nampi pasti hargana mirah," tuturnya.