Sukabumi Update

Usai Bencana di Selatan, Menanti Aksi Pemkab Sukabumi di Hari Pohon se-Dunia

SUKABUMIUPDATE.COM - 21 November adalah Hari Pohon se-Dunia, peringatannya sekaligus menjadi renungan akan kualitas hubungan simbiosis mutualisme antara manusia dengan alam.

Bersyukur, ternyata masih ada warga Sukabumi mengetahui tentang hari pohon, "Penyadaran terhadap masyarakat, agar jangan menebang pohon sembarangan, tapi dipilih dan tanam lagi," ujar Bripka Mohamad Iqbal (23) Siswa Sekolah Pembentukan Perwira Lembaga Pendidikan dan Latihan (Setukpa Lemdiklat; dulu Secapa Polri-red), di Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi kepada sukabumiupdate.com, Jumat (18/11).

"Pohon itu paru-paru dunia. Setahu saya, hutan Kota Sukabumi, ya cuma di Setukpa ini. Jadi bantu juga pohon-pohon yang lain agar tetap lestari. Coba lihat, banyak kan pohon yang baru ditanam tapi nggak numbuh. Jadi, peremajaan itu jangan sampai terlambat." terang Riki Saputra (40), senior Iqbal di tempat yang sama.

Namun, ada juga yang tidak mengetahui tentang hari pohon ini. "Nggak tahu. Pernah sih, diajarin di sekolah tentang manfaat pohon, tapi kalau Senin itu Hari Pohon se-Dunia, saya benar-benar nggak tahu," jawab Dede Farhan (23).

Sementara, tokoh muda Sukabumi Novian Abdurahman mengatakan, "Membangun bukan berarti merusak. Mari bersahabat dengan alam, lestarikan pohon di sekeliling kita, demi masa depan lebih baik untuk generasi mendatang. Selamat Hari Pohon se-Dunia," ungkap praktisi Energi Baru dan Terbarukan (EBDT) itu, Jumat.

Ditambahkan Novian, pohon memiliki banyak fungsi, selain menahan air. Bahkan pohon di hutan mampu menyerap 80 persen air ke dalam tanah. Kemampuan inilah yang membuat keberadaannya mampu meningkatkan cadangan air tanah di permukaan bumi. Selain itu, akarnya pun dapat mencegah terjadinya erosi.

Dudi Priatna (40), seorang karyawan swasta di Kecamatan Parungkuda pada Jumat malam berpendapat, "Hari Pohon se-Dunia, menggugah kesadaran bahwa bencana banjir dan longsor di wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi beberapa hari lalu, adalah cerminan buruknya hubungan antara manusia dengan alam. Setelah bencana alam kemarin, kita akan melihat sejauh mana keberpihakan pemerintah daerah terhadap isu-isu lingkungan hidup."

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI