Sukabumi Update

Mimpi Kue Gambang Menjadi Penganan Khas Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.COM - Penganan khas suatu daerah memang tidak lagi sekadar teman minum kopi atau teh, ngemil, atau makan berat sekali pun. Penganan khas, kini sudah bergeser menjadi identitas suatu daerah. Bagaimana tidak, dari ujung Barat hingga Timur negara ini, dikenal ratusan hingga ribuan penganan khas yang identik dengan nama daerahnya.

Jika di Sulawesi, dari Utara hingga Selatan dikenal kue Bagea, kemudian bergeser ke Jawa, orang kadung mengidentikkan Bakpia dengan Jogjakarta, Prol Tape dengan Jember, Peuyeum dengan Bandung, Dodol dengan Garut, dan lain sebagainya, maka timbul pertanyaan, penganan khas apa yang identik dengan Kabupaten Sukabumi?

Jika jawabannya Mochi, sebagaimana anggapan mayoritas orang luar daerah bahwa secara geografis dan administratif, Kota dan Kabupaten Sukabumi adalah satu jua. Namun, karena penjual kue bulat seukuran bakso ini lebih terkonsentrasi di kota, maka tidak salah jika warga Kabupaten Sukabumi merasa tidak memiliki penganan khas yang pantas untuk diceritakan.

Padahal jika bicara kreativitas, banyak warga kabupaten terluas se-Jawa-Bali ini, mampu membuat beragam jenis penganan dan kuliner apa pun. Tio Suly (45), warga Perumahan Setia Budi Permai, Gang Nyangkowek RT 06/02, Desa Bangbayang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, adalah salah satunya.

"Saya sebagai pribadi membutuhkan dukungan dari semua, bagaimana caranya agar Kue Gambang bisa menjadi penganan khas Kabupaten Sukabumi, karena kan Sukabumi ini belum memiliki penganan yang identik dengan kota ini," demikian dikemukakan Suly kepada sukabumiupdate.com, Minggu (27/11).

Menurutnya, perlu ada keinginan dari pemerintah daerah (Pemda) untuk membangun sektor pariwisata, dimulai dari membangun brand daerah melalui kuliner atau penganan khas, yang nantinya akan dikenal warga luar daerah sebagai oleh-oleh yang layak dibawa pulang ke daerahnya.

"Saya membuat kue ini sudah dari sepuluh tahun lalu lho, tapi jujur, tanpa dukungan pemerintah, sulit membangun brand Gambang sebagai khas Kabupaten Sukabumi," terangnya.

Sekilas, kue Gambang ini memang mirip kue Podeng dengan taburan wijen di atasnya. Namun jika Podeng berbentuk lempengan, kue Gambang produksi Suly ini dibentuk seperti bunga atau daun lima sisi. Selain itu, ia memproduksi kue ini dalam dua rasa, keju dan original.

Hingga kini, menurut Suly, jika tidak ada dukungan pemerintah, ia hanya bisa menjualnya ke warga luar daerah dari mulut ke mulut. Padahal, dari sisi kemasan, sudah cukup menarik dan modern.

Suly tentu tidak sendiri, ada banyak warga lain di Kabupaten Sukabumi yang memiliki keinginan serupa, dukungan Pemda dalam hal promosi.

Bagaimana menurut Anda?

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI