SUKABUMIUPDATE.COM - Generasi muda di Kota Sukabumi rawan melakukan pernikahan usia dini yang disebabkan kian maraknya seks bebas dan penggunaan narkotika dan obat terlarang (Narkoba).
Mencegah hal tersebut pihak Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat melakukan sosialisasi tentang pengetahuan dalam menjalani kehidupan yang terencana, kepada ratusan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Kota Sukabumi, di Gedung Serba Guna H Didi Sumaryadi sekolah setempat, Senin (28/11).
"Pengetahuan ini untuk menyasar generasi muda atau usia dini di berbagai sekolah agar kelak siap dalam menjalani kehidupan, setelah selesai sekolah. Selain itu, menekan tingkat pernikahan dini yang disebabkan pengaruh seks bebas dan peredaran Narkoba," kata kepala BKKBN Provinsi Jabar Ihda Indrawati kepada sukabumiupdate.com, Senin (28/11).
Ihda menambahkan, dengan tidak melakukan pernikahan dini, generasi muda lebih siap dalam melanjutkan pendidikan dan berkarir. Sehingga jika sudah cukup mapan untuk berkeluarga maka menikahlah sesuai usia ideal untuk menikah yakni pria berusia 25 tahun dan 22 untuk wanita.
Dengan usia yang ideal tersebut, apalagi ditunjang dengan finansial yang mapan, maka bisa menghindari karus penceraian maupun kematian ibu dan anak saat proses melahirkan.
"Seks bebas dan narkoba bisa menghancurkan masa depan generasi muda, maka dari itu jauhilah dengan cara berkarya baik, untuk diri sendiri maupun orang lain," tambahnya.
Ia mengimbau kepada generasi muda khususnya pelajar di Kota Sukabumi agar Katakan Tidak untuk Seks Bebas, dan Katakan Tidak untuk Narkoba, serta Katakan Tidak untuk Pernikahan Dini. Ini bertujuan agar generasi bangsa selalu menjaga dan menghindari diri dari segala aspek yang membuat hidup menjadi tak terarah.