SUKABUMIUPDATE.COM - Puluhan tempat kontrakan dan kos-kosan berikut penghuninya di Desa Kutajaya didata jajaran unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (28/11) malam.
Puluhan petugas yang berasal dari Kepolisian Sektor (Polsek), Komando Rayon Militer (Koramil), Kecamatan, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cicurug sehabis Magrib hingga pukul 21.00 WIB, menyisir satu per satu lokasi kontrakan dan kosan.
Mereka memintai keterangan dan memeriksa kelengkapan administrasi kependudukan, seperti kartu tanda penduduk (KTP) para penghuninya. Selain itu, petugas gabungan tersebut juga mengecek izin kontrakan dan kosan tersebut.
Dari hasil razia tersebut, banyak ditemui para pemilik kontrakan dan kosan tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Tidak sedikit pula para penghuni yang memiliki KTP kadaluarsa atau tidak memiliki surat domisili desa setempat. Selanjutnya, mereka pun didata dan ditegur agar secepatnya membuat surat domisili. Termasuk pemilik kontrakan dan kos-kosan agar segera melengkapi perizinan.
“Razia ini untuk mengantisipasi adanya praktik tindak kriminal seperti prostitusi, penyalagunaan narkoba, serta untuk tujuan pemetaan wilayah-wilayah rawan. Razia ini juga merupakan kegiatan rutin untuk menjaga ketertiban umum," kata Kapolsek Cicurug Kompol Suhardiman di sela-sela razia
Sementara itu, Camat Cicurug Agung Gunawan kepada sukabumiupdate.com menjelaskan, razia ini merupakan kali kedua dilaksanakan. Sebelumnya dilaksanakan di Desa Benda, Jumat (18/11) lalu.
“Ke depan, razia ini akan terus menerus dilakukan secara rutin. Mengingat Kecamatan Cicurug merupakan kawasan industri, sehingga banyak pendatang. Razia ini juga untuk menertibkan para pendatang agar memiliki identitas di sini,†tandasnya.
Lastri Sulastri (25) seorang penghuni kosan mengaku kaget dengan adanya razia ini. Terlebih, wanita single asal Kecamatan Pelabuhan Ratu yang sehari-hari bekerja di pabrik garmen di wilayah Desa Kutajaya.ini, tidak memiliki surat domisili di wilayah Cicurug.
“Kaget. Apalagi tadi saya kena teguran petugas karena saya tidak memilik KTP di sini. Tapi kalau KTP, saya punya. Ya secepatnya saya akan mengurus surat pindah,†akunya.