SUKABUMIUPDATE.COM - Aksi pencurian uang di lingkungan Balaikota Sukabumi akhirnya terbongkar. Si “tuyul†terekam CCTV (Close Circuit Television) dan langsung ditangkap oleh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Sukabumi.
Uang Rp15 juta yang tersimpan dilaci ruang Kantor Bidak Aset Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Sukabumi, Kamis (1/12), dilaporkan hilang. Penyelidikan pun langsung dilakukan dengan cara membongkar rekaman closed circuit television (CCTV) yang ada di dalam ruangan tersebut.
“Saat tiba dikantor sekitar pukul 07.00 WIB, saya curiga dengan kondisi ruangan yang berantakan, saya semakin panik setelah ada yang menginformasikan laci meja dibongkar paksa,†ungkap Kepala Bidang Aset DPPKAD Kota Sukabumi Caesar Anwar, kepada sukabumiupdate.com, Kamis.
Caesar pun langsung mengintruksikan seluruh jajarannya untuk memeriksa setiap laci. “Ternyata ada beberapa karyawan yang kehilangan uang pribadi, termasuk uang dilaci saya, ada uang honor sekitar Rp5 Juta, belum uang setoran untuk sewa gedung dan staff saya yang lain. Ya kalau ditotalkan ada Rp15 Juta," tutur Caesar yang masih terlihat syok dengan kejadian tersebut.
Dari hasil rekaman CCTV, pelaku diketahui berjumlah dua orang, dan salah satunya dikenali sebagai office boy (OB) di lingkungan Kantor Pemerintah Kota Sukabumi. Aksi dilakukan oleh kedua pelaku pada Rabu (30/11) malam, sekitar pukul 22.00 WIB.
Berbekal rekaman ini, Caesar langsung melaporkan rekaman CCTV ini ke Kepolisian Sektor (Polsek) Cikole yang langsung bergerak mengamankan, YI (27) warga Ciandam, Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi, yang bekerja sebagai OB di lingkungan pemkot Sukabumi. Dari YI, identitas pelaku lainnya pun terbongkar, yaitu SI (23) warga Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, yang sehari hari bekerja sebagai pembantu di warung nasi, di lingkungan kantor Pemerintah Kota Sukabumi.
Kapolsek Cikole Kompol Suwardi membenarkan sudah mengamankan kedua pelaku. "Pelaku masih dimintai keterangan oleh penyidik, makanya kita belum bisa memberikan keterangan, tetapi untuk barang bukti seperti uang dan rekaman CCTV sudah ada ditangan kita, jadi biarkan kita kerja dulu setelah semuanya jelas baru kita berikan keterangan secara lengkap," ucapnya.