Sukabumi Update

Enggan Disebut Banci, Dua Santri Sukabumi Nekad Jual HP demi Aksi 212

SUKABUMIUPDATE.COM - Lantaran takut disebut banci, dua santri asal Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi ini, nekad pergi berdua dan sembunyi-sembunyi dari pesantren tempatnya menimba ilmu, demi ikut Aksi 212. Untuk membuktikan tekadnya, salah satu santri ini rela menjual handset seharga Rp300 ribu demi ongkos naik kendaraan umum.

Mereka adalah Muhamad Najib (17) dan Mamdun (17) santri di Pondok Pesantren Badrul Huda, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. "Saya terima esemes dari teman sesama santri, dia bilang masa nggak ikut kaya banci. Dari sana saya timbul semangat, kenapa yang lain mau jalan kaki, saya yang sehat nggak ikut, "ungkap Najib, Jumat (2/12) malam, pukul 24.10 WIB.

Akhirnya, berbekal uang dari hasil menjual handset, ia nekad berangkat. Namun, dalam perjalanan, ia bertemu dengan Mamdud, teman santri yang kebetulan juga akan berangkat ke Jakarta.

Muhamad Najib juga mengaku tidak mendapat izin guru ngaji lantaran tengah libur. Lebih nekad lagi, ia pun rela meninggalkan ujian tengah semester (UTS) di salah satu sekolah menengah atas (SMA) di daerah Kadupugur, Kecamatan Caringin.

Kedua santri tersebut dipertemukan dengan Hera Iskandar salah seorang Koordinator Peserta Doa Bersama dan Aksi Super Damai Bela Islam III, pada Jumat hari ini (2/12) dari Sukabumi, saat tengah menukarkan uang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU.

"Saya terharu atas semangat santri itu, begitu saya tanya, ternyata mereka nekad mau pakai kendaraan umum ke Jakarta. Akhirnya, saya sarankan untuk gabung dengan rombongan," ungkap Hera Iskandar kepada sukabumiupdate.com, Jumat.

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI