SUKABUMIUPDATE.COM – Daging sapi merupakan salah satu teman nasi yang seringkali dijadikan lauk andalan. Beragam olahannya cukup banyak, salah satunya empal yang merupakan salah jenis makanan tradisional dan sering ditemukan di Jawa Barat, terutama di Kabupaten dan Kota Sukabumi.
Empal kerap dihidangkan bersama nasi uduk atau nasi putih dengan taburan bawang goreng yang di atasnya, aroma bawang goreng membuat nasi putih menjadi istimewa, terlebih disantap dengan sambal goang atau sambal dadakan, lalu ditaburi tetesan jeruk limau. Hmmm, rasanya sangat menggoda.
Cukup banyak warung makan dan restoran yang menyajikan empal daging sapi ini, di antaranya di warung-warung nasi yang pernah ada di terminal lama bis AKDP (antar kota dalam provinsi) Kota Sukabumi, empal menjadi pilihan para "musafir" yang sedang bepergian dari dan ke luar Kabupaten Sukabumi.
Empal disajikan sebagai menu utama saat makan berat, selain kandungan gizi tinggi, menyantap nasi bersama empal sepertinya nggak bakalan gagal.
Gurih dan sedikit manis pada daging sapi punya sensasi tersendiri di lidah, sebagai pelengkapnya, Anda bisa menambahkan lalapan seperti daun reundeu, poh-pohan dan daun bunut.
Di Kota Cibadak, terdapat empal yang sangat sohor sejak tahun 1980-an, namanya empal Haji Upi, almarhumah telah mewariskan resep masakan khas yang istimewa ini secara turun temurun.
“Setelah nenek saya meninggal dunia, otomatis anak-anaknya yang meneruskan usaha kuliner ini, dan kami sekeluarga tumbuh dan besar dari hasil berjualan empal, kuliah di Bandung pun, biayanya dari usaha empal orang tua saya ini,†ungkap Cuang Mohamad Yusuf (39), yang merupakan generasi ketiga pewaris resep empal yang dahsyat dari sang nenek.
Kepada sukabumuupdate.com, Jumat (2/12), Cuang tidak pelit membagi rahasia dapurnya, ia memaparkan bagaimana cara membuat empal yang enak dan lezat seperti empal yang ia sajikan di salah satu kios di kawasan terminal Cibadak.
“Oh, gampang. Yang penting memilih daging sapi yang sangat segar dan langsung diolah, karena kesegaran daging sapi akan berpengaruh sama aroma dan rasa. Pilih juga daging dengan sedikit lemak,†terang Cuang. “Yang tak kalah penting, biar warung tetap ramai, kita harus ramah sama pembeli. Makanan itu diolah, dimasak, dihidangkan dan dimakan harus dengan cinta,†imbuh Cuang filosopis.
Cuang membeberkan cara pembuatan empal Ibu Upi yang nikmat ini. Langkah awal, daging segar yang telah dibersihkan kemudian dilumuri bumbu yang sudah dihaluskan, terdiri dari bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, ketumbar, biji pala, garam dan gula secukupnya. Diamkan selama 30-40 menit di dalam wadah, setelah dicampur dengan sedikit air sampai merendam semua bagian daging sapi, Anda juga bisa memilih daging kerbau jika suka.
Langkah selanjutnya, didihkan santan dan masukan bumbu yang dihaluskan dan masukkan air asam jawa. Aduk terus agar santan tidak pecah, setelah empuk angkat dan tiriskan, pipihkan daging dengan memukulnya menggunakan batu atau kayu balok, jangan sampai daging hancur. "Setelah itu digoreng, angkat dan tiriskan, sajikan dengan taburan goreng bawang merah. Empal siap dihidangkan."
Cuang mengaku nggak khawatir tersaingi, memasak itu juga seperti seni, beda tangan beda hasil. Walaupun kanvas dan alat lukisnya sama, hasilnya pasti beda. "Ini soal rasa, lagian penjual empal di Cibadak ini masih terhitung jari, rata-rata masih keluarga. Saya pikir semakin banyak penjual empal dan lokasinya saling berdekatan, orang-orang nggak susah nyari. bagusnya kita jadikan Cibadak sebagai kota empal,†Pungkas Cuang sembari tertawa.