Sukabumi Update

Pedagang Ikan di Kabupaten Sukabumi Kehilangan Suplai

SUKABUMIUPDATE.COM - Lapak ikan basah di sejumlah Pasar Tradisional di Kabupaten Sukabumi mulai mengeluhkan sulitnya suplai. Sejak beberapa bulan terakhir, hasil tangkapan nelayan lokal anjlok, hingga langsung berdampak pada stok dan harga ikan di pasaran.

Di pasar Cibadak, stok di lapak ikan basah berkurang drastis, hingga 60 persen dari kondisi normal. Sudah dua bulan terakhir pedagang tidak mendapatkan suplai dari agen ikan yang selama ini bergantung pada hasil tangkapan nelayan, khususnya dari Palabuanratu.

“Mereka bilang sih gara gara cuaca buruk. Susah nyari ikan di laut Sukabumi sekarang. Katanya banyak nelayan yang pindah ke daerah lain, dan menjual hasil tanggapannya di daratan terdekat. Ada ikan dari Jakarta harganya jadi lebih mahal,” jelas salah seorang pedagang ikan basah Oji Junaedi (56), Selasa (6/12).

Ikan tuna, jangilus, tenggiri, dan udang, saat ini adalah barang langka. Hal ini karena suplai sangat terbatas, bahkan beberapa pekan terakhir menghilang. Menurut Oji harga ikan yang sulit didapat ini pun naik, akibat kekurangan stok dan suplai.

“Permintaan yang tinggi bikin harganya naik. Kalau sekarang percuma harga naik juga barangnya kadang nggak ada,” lanjut Oji.

Di pasar Cibadak, ikan tuna per kilogram saat ini dijual Rp40 ribu, jangilus Rp50 ribu, tengiri Rp70 ribu, dan udang Rp 80 ribu. “Ikan harganya naik terus, mending kalau barangnya ada, ini susah. Saya pedagang warung makan jadi repot juga,” ungkap konsumen ikan basah, Uni Een (35) kepada sukabumiupdate.com.

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI