SUKABUMIUPDATE.COM - Dapur adalah bagian yang mengalami kerusakan paling parah akibat kebakaran Rumah Makan Bambu Kuring di pinggir Jalan Raya Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Rabu (14/12) pagi tadi. Bocornya tabung liquid petroleum gas (LPG) yang tengah digunakan untuk memasak diduga menjadi penyebab kebakaran.
Amukan api bisa dikendalikan setelah unit mobil pemadam kebakaran Kabuaten Sukabumi turun ke lokasi. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun api berkobar sangat besar, melalap dan memporak-porandakan bagian dapur dan ruangan lain di sekitarnya.
“Api membesar dari kompor yang sedang memanaskan kuali. Api susah dikendalikan, kami siram pake air malam makin membesar. Akhirnya kami keluar menyelamatkan diri, bagian dapur habis, tabung gas sempat meledak,†ungkap salah seorang pegawai Bambu Kuring, Surahman (32), kepada sukabumiupdate,com, Rabu (14/12).
Diduga LPG yang digunakan untuk memanaskan kuali sebelum digunakan untuk memasak tersebut bocor. Api menjalar cepat dan terus membesar, karena tabung gas yang digunakan berukuran 16 kilogram.
“Saya panik, api terus membesar susah dipadamin, akhirnya saya memberitahu rekan-rekan saya dan warga sekitar. Api cepat membesar sudah ada diatas atap dapur, terus membesar karena di dapur banyak tabung gas LPG lainnya,†lanjutnya.
Usai pemadaman, petugas kepolisian dan damkar berusaha menevakuasi puluhan tabung gas LPG ukuran 12 kilogram yang ada di dalam dapur rumah makan. “Total ada 25 tabung LPG, mungkin ini yang bikin api cepat membesar dan membakar sebagian bangunan rumah makan,†tutur Surahman lebih jauh.
Petugas kemudian merendam tabung tabung LPG yang sudah hangus menghitam tersebut, ke kolam ikan kecil yang ada di depam dapur. “Kami diminta untuk mendinginkan tabung gas LPG khususnya yang belum bocor biar tidak menimbulkan bencana lainnya,†tambah pemilik rumah makan Tan Kwanchung (55).
“Saya di Bogor waktu dikabari kebakaran langsung ke sini. Habis sudah, kerugian bisa capai Rp400 juta, karyawan harus diliburkan sampe batas waktu yang belum ditentukan,†pungkasnya.