Sukabumi Update

Natal dan Tahun Baru Diprediksi Tak Terjadi Lonjakan Penumpang di Terminal Kota Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.COM - Libur Natal dan Tahun Baru 2017 diprediksikan tidak akan memicu terjadinya lonjakan penumpang di Terminal KH Ahmad Sanusi, Kota Sukabumi. Prediksi itu tak terlepas kondisi tingkat keberangkatan dan kedatangan penumpang yang sejauh ini masih relatif normal.

"Jumlah penumpang masih relatif landai. Malahan cenderung turun," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi Yukky Rahmat Yusuf, Minggu (18/12).

Pada liburan Maulid Nabi Muhammad SAW pekan lalu, berdasarkan data UPT Terminal KH Ahmad Sanusi, rata-rata per hari tak mengalami lonjakan penumpang. Jumlah kedatangan bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dalam rentang waktu 9-11 Desember 2016 sebanyak 255 unit dengan jumlah kapasitas penumpang sebanyak 11.440 tempat duduk.

Sedangkan kenyataannya yang terisi sebanyak 1.656 tempat duduk dengan load factor sebesar 14 persen. Sementara jumlah kedatangan bus antar kota antar provinsi (AKAP) sebanyak 109 unit dengan kapasitas 5.108 tempat duduk. Kenyataan jumlah penumpang hanya terisi sebanyak 833 tempat duduk dengan load factor 16 persen.

Jika dirata-ratakan, load factor kedatangan bus AKDP dan AKAP sebesar 15 persen. Sementara untuk tingkat keberangkatan, jumlah bus AKDP selama 9-11 Desember 2016 sebanyak 279 unit dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 12.436 seat. Kenyataannnya, jumlah tempat duduk yang terisi sebanyak 1.530 dengan load factor sebesar 12 persen.

Sedangkan keberangkatan bus AKAP jumlahnya 180 unit dengan kapasitas 8.352 tempat duduk. Kenyataannya, jumlah penumpang sebanyak 899 orang dengan load factor 11 persen. Jika dirata-ratakan, load factor penumpang sebesar 12 persen.

"Setiap kali liburan panjang atau akhir pekan, rata-rata jumlah penumpang yang datang maupun pergi rata-rata stabil," ungkapnya.

Meskipun begitu, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang saat liburan Natal dan Tahun Baru 2017, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi berencana menyiapkan armada cadangan.

"Kita lihat perkembangan penumpang dua hari ke depan. Jika memang diperlukan, secara otomatis kita siapkan bus cadangan," ujarnya. 

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI