SUKABUMIUPDATE.COM - Kerajinan tangan berbahan limbah pabrik kayu yang dibuat Uloh (32) di Kampung Ciaul Pasir, Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, dimintai warga asing, seperti Belanda, Malaysia, Singapura dan Arab Saudi. Sayang, untuk pengembangan usahanya Uloh tersandung masalah permodalan.
Kerajinan yang terbuat dari bahan limbah ini, disulapnya menjadi mainan anak-anak berupa mobil-mobilan dengan ragam ukuran dan jenis. Menurut Uloh, usaha yang ditekuninya ini berawal dari keprihatinannya terhadap limbah pabrik kayu yang dibuang.
Padahal, potongan kayu bekas masih bisa digunakan. “Melihat banyak kayu yang dibuang justru saya tertarik dan berpikir bagaimana ini bisa digunakan lagi,“ tuturnya kepada sukabumiupdate.com, Minggu (18/12).
Dikatakan Uloh, sudah beberapa kali dia mengikuti pameran di sejumlah tempat banyak warga asing yang memesan kerajinannya. “Kerajinan saya untuk cindera mata ke negaranya masing-masing,†ujarnya.
Sementara ini, hasil karya Uloh masih dijual di pinggiran jalan Bunut, Ciaul, Degung, dan kawasan Santa. Namun kerajinan dia juga banyak dipesan warga Jakarta untuk dijual lagi. Setiap pekannya mencapai 50 buah pemesanan.
“Permintaan sih mulai banyak, bukan ke Jakarta saja. Tapi saya kurang modal. Sudah sering saya minta bantuan modal ke pemerintah dengan berbagai cara, katanya lagi diusahain, modal untuk beli mesin cat semprot saja, harus gadai motor dulu,“ keluhnya.