SUKABUMIUPDATE.COM - Jembatan di Kampung Cibarengkok RT 35/11, Desa Cijulang, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten terancam putus akibat retakan dan pengikisan tanah (abrasi). Warga resah karena jembatan itu satu-satunya akses tercepat untuk beraktivitas, khususnya perekonomian.
Kini kondisi jembatan tersebut memang sudah tidak lagi bisa dilalui kendaraan roda empat, karena ada bagian lain yang memang sudah rubuh. Saat ini, jembatan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
“Ini jalan utama bagi warga yang mau ke kebun, sudah mau enam bulan ada retakan di tengah dan amblas di bagian Barat kena luapan air sungai,†ungkap Abdul Manaf Iman (32), salah seorang warga Kampung Cibarengkok kepada sukabumiupdate.com, Senin (19/12).
Kata Manaf, warga yang biasa mengakut hasil bumi dari kebun dengan kendaraan roda empat kini terpaksa menggunakan motor. Sebagian badan jembatan sudah ambruk sehingga tidak bisa lagi dilintasi kendaraan roda empat.
“Ada penebangan pohon karet sehingga muatan melebihi tonase, tidak seimbang dengan kekuatan jembatan. Kalau muatan hasil bumi milik petani paling berat dua ton, sedangkan kayu bisa mencapai enam hingga tujuh ton,†tutur Manaf.
Ia berharap jembatan segera diperbaiki oleh pemerintah daerah, atau PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII yang sering menggunakan jembatan ini untuk mengakut kayu kayu produksi. “Saya khawatir, jika jembatan benar putus, maka kami akan kesulitan mengangkut hasil tani,†pungkasnya.